Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Inggris Sita Supertanker Minyak Iran dalam Pelayaran ke Suriah

Internasional inggris iran
Arpan Rahman • 05 Juli 2019 17:05
Gibraltar: Sebanyak 30 pasukan komando Inggris menyerbu sebuah supertanker minyak pada Kamis untuk menghentikan pengiriman ke Suriah.Tanker itu diduga membawa minyak dari Iran.
 
Marinir Kerajaan Inggris bersenjata lengkap menyita kapal berbendera Panama dan awaknya dari Selat Gibraltar. Beberapa prajurit turun vertikal dengan tali dari dua helikopter Wildcat dan lainnya naik dari perahu karet.
 
Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt menyetujui misi laut lepas itu buat menghentikan sanksi yang dijatuhkan oleh Iran, sekutu Suriah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia memuji pasukan 'Komando 42' yang gagah berani "dan berkata tindakan cepat oleh otoritas Gibraltar dan Marinir akan menangkal minyak berharga dari rezim pembunuh".
 
Iran memanggil Duta Besar Inggris di Teheran guna memprotes apa yang disebutnya penyitaan ilegal. Agensi Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) telah memantau pergerakan minyak dari Iran ke Suriah dan diperkirakan yang meminta bantuan Inggris.
 
Kapal tanker Grace 1, sepanjang 330 meter, yang membawa dua juta barel minyak mentah, sedang menuju ke kilang minyak Presiden Assad. Kiriman tersebut melanggar sanksi Uni Eropa dan AS.
 
Tanker itu berangkat pada 17 April melintasi rute 23.335 km di sekitar Afrika ketimbang melalui Terusan Suez demi menghindari deteksi. Pasukan komando Inggris membantu sekitar 16 Kepolisian Kerajaan Gibraltar untuk naik ke kapal tanker.
 
Setelah berlayar dari Plymouth, mereka meluncurkan operasi dari kapal pendukung Angkatan Laut Kerajaan RFA Tidesurge.
 
Menteri utama Gibraltar Fabian Picardo memuji "para perwira pemberani" yang membantu mengamankan kapal.
 
"Kami telah menahan kapal dan muatannya. Tindakan ini muncul dari informasi yang memberi alasan masuk akal demi meyakini bahwa kapal itu bertindak melanggar sanksi Uni Eropa terhadap Suriah," tambahnya, dilansir dari Mirror, Jumat, 5 Juli 2019.
 
Sanksi diberlakukan pada Mei 2011, tak lama setelah tindakan pemerintahan Assad terhadap demonstran memicu perang saudara dan gelombang pengungsi.
 
Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi tersendiri kepada Iran setelah ia membatalkan perjanjian nuklir 2015 dengan Teheran.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif