Kendaraan militer Tiongkok bersiaga di Shenzen, dekat perbatasan dengan Hong Kong. Foto: AFP.
Kendaraan militer Tiongkok bersiaga di Shenzen, dekat perbatasan dengan Hong Kong. Foto: AFP.

Unjuk Kekuatan Militer Tiongkok di Perbatasan Hong Kong

Internasional hong kong tiongkok
Fajar Nugraha • 15 Agustus 2019 14:14
Hong Kong: Ribuan personel militer Tiongkok diarak di sebuah stadion olahraga di sebuah kota di seberang perbatasan dari Hong Kong pada Kamis, 15 Agustus.
 
Kendaraan lapis baja juga terlihat di dalam stadion di Shenzhen. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Tiongkok dapat melakukan intervensi untuk mengakhiri 10 minggu aksi unjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong.
 
Baca juga: KJRI Hong Kong Buka Meja Bantuan WNI di Bandara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Media yang dikelola pemerintah melaporkan minggu ini bahwa unsur-unsur Polisi Bersenjata Rakyat (PAP), yang berada di bawah komando Komisi Militer Pusat, berkumpul di Shenzhen.
 
“Beberapa personel di dalam stadion pada Kamis memiliki lencana polisi bersenjata pada seragam kamuflase mereka,” menurut wartawan AFP, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Pasukan keamanan tampak bergerak dalam formasi di dalam stadion, dan kadang-kadang berlari, sementara yang lain berkeliaran di luar dengan sepeda motor. Di luar stadion ada juga puluhan truk dan pengangkut personel lapis baja.
 
Media People's Daily dan Global Times, menerbitkan video pada Senin tentang berkumpulnya personel PAP di Shenzhen.
 
Pemimpin redaksi Global Times, Hu Xijin, mengatakan kehadiran militer di Shenzhen adalah tanda bahwa Tiongkok siap untuk campur tangan di Hong Kong.
 
"Jika mereka tidak mundur dan terus mendorong situasi lebih jauh dari titik kritis, kekuatan negara dapat datang ke Hong Kong kapan saja," tulis Hu.
 
Presiden AS Donald Trump juga mengatakan, Selasa, intelijen Amerika telah mengkonfirmasi pergerakan pasukan Tiongkok menuju perbatasan Hong Kong.
 
"Saya berharap ini berhasil untuk semua orang termasuk Tiongkok. Saya harap ini berhasil dengan damai, tidak ada yang terluka, tidak ada yang terbunuh," kata Trump.
 
Baca juga: Trump Yakin Xi Jinping Selesaikan Hong Kong dengan Manusiawi.
 
Para pengunjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong, sebuah kota semi-otonom Tiongkok, telah melakukan protes tanpa henti selama 10 minggu untuk menuntut hak dan kebebasan yang lebih besar.
 
Hong Kong diperintah di bawah kerangka hukum "satu negara, dua sistem" sejak penyerahannya ke Tiongkok dari Inggris pada tahun 1997.
 
Hong Kong memungkinkan kebebasan sipil yang jauh lebih besar daripada yang ada di daratan, tetapi para pengunjuk rasa mengatakan bahwa kebebasan itu terkikis ketika gangguan Cina daratan tumbuh.
 
Protes, yang telah menjadi semakin keras dan menyebabkan bandara Hong Kong lumpuh selama dua hari minggu ini. Situasi itu dianggap sebagai ancaman terbesar bagi pemerintahan China sejak penyerahan.
 
Militer Tiongkok tidak ikut campur di Hong Kong sejak penyerahan itu tetapi dapat diminta oleh pemerintah kota untuk mempertahankan "ketertiban umum".
 
Baca juga: Tiongkok Anggap Aksi di Bandara Hong Kong seperti Teroris.
 
PAP bertanggung jawab atas "penanganan kerusuhan, kekacauan, kekerasan serius, kegiatan kriminal, serangan teroris dan insiden keamanan masyarakat lainnya", People's Daily mengatakan dalam teks yang menyertai videonya pada Senin.
 
Pihak berwenang Tiongkok pada dua kesempatan pekan ini mengaitkan protes kekerasan di Hong Kong dengan ‘terorisme’. Mereka secara konsisten menggambarkan pedemo sebagai ‘perusuh’.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif