Boeing 737 MAX mulai diizinkan terbang di Tiongkok. Foto: AFP
Boeing 737 MAX mulai diizinkan terbang di Tiongkok. Foto: AFP

Akhirnya! Tiongkok Berikan Persetujuan untuk Boeing 737 MAX Usai Kecelakaan

Internasional boeing Tiongkok Boeing 737 MAX
Medcom • 03 Desember 2021 20:04
Beijing: Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok (CAAC) disebut menyetujui Boeing 737 MAX untuk kembali terbang pada Kamis, 2 Desember 2021. Persetujuan didapat dari arahan pemerintah, menghilangkan ketidakpastian besar seputar kembalinya raksasa penerbangan Amerika Serikat (AS) usai kemerosotan yang lama.
 
Dilansir dari AFP, Jumat, 3 Desember 2021, CAAC menetapkan panggung bagi jet untuk kembali ke jadwal penerbangan di Tiongkok pada 2022, setelah berbulan-bulan negosiasi antara Tiongkok dan Boeing.
 
Saham Boeing meroket setelah keputusan tersebut, yang juga membuka jalan bagi Boeing untuk mengirimkan lebih dari 100 pesawat MAX ke kapal induk Tiongkok. Pesawat yang diproduksi selama lebih dari dua tahun dan dilarang terbang di Tiongkok, menyusul dua kecelakaan mematikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Langkah CAAC juga menegaskan, tempat bagi pembuat pesawat AS di Tiongkok  yang menjadi pasar pertumbuhan penting dalam penerbangan. Hal tersebut terlepas dari ketegangan perdagangan dan politik yang terus-menerus antara AS dan Beijing.
 
“Ini akan memberi Boeing jaminan untuk mulai meningkatkan produksi pesawat kembali,” kata Analis di konsultan AIR, Michel Merluzeau seraya menambahkan, tindakan tersebut merupakan “cahaya diujung terowongan” untuk kerja keras MAX.
 
Tiongkok adalah pasar perjalanan besar terakhir yang menggunakan kembali MAX setelah dihentikan secara global pada Maret 2019, menyusul kecelakaan kedua dari dua kecelakaan yang diklaim bersama-sama 346 nyawa.
 
Penyelidik mengatakan, penyebab utama dari kedua kecelakaan tersebut merupakan sistem penanganan penerbangan yang salah yang dikenal sebagai Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver (MCAS).
 
Boeing diketahui mendapat persetujuan dari AS pada November 2020. Selain itu mendapat persetujuan dari sebagian besar otoritas penerbangan terkemuka lainnya untuk melanjutkan layanan.
 
Namun, prosesnya jauh lebih berlarut-larut di Tiongkok, dengan CAAC hanya melakukan uji terbang model pada kuartal ketiga tahun ini. Analis mengatakan, penundaan tersebut mungkin menjadi konsekuensi dari ketegangan dengan AS.
 

 
Disamping itu, pihak berwenang Tiongkok memberi lampu hijau pada Kamis, setelah mengharuskan peningkatan pada pesawat. Hal itu termasuk menginstal program perangkat lunak baru untuk mengatasi cacat dan memperbarui manual penerbangan.
 
“Setelah melakukan penilaian yang memadai, CAAC menganggap tindakan korektif sudah memadai untuk mengatasi kondisi tidak aman ini,” jelas dokumen dari otoritas yang dilihat AFP.
 
Arahan tersebut berarti tidak terdapat hambatan peraturan yang tersisa bagi MAX untuk kembali mengudara di Tiongkok. Meskipun, tidak jelas tepatnya kapan penerbangan akan dilanjutkan.
 
Pihak penerbangan memperkirakan, akan memakan waktu empat hingga enam minggu sebelum pesawat benar-benar melihat layanan dengan operator Tiongkok. Waktu tambahan akan diperlukan untuk memberikan pelatihan pilot dan memastikan jet siap terbang, setelah lama disimpan.
 
Boeing diketahui mendukung keputusan tersebut. “Keputusan CAAC merupakan tonggak penting menuju kembalinya 737 MAX dengan aman ke layanan di Tiongkok,” ujar Boeing di Tiongkok dalam sebuah pernyataan kepada AFP.
 
“Boeing terus bekerja dengan regulator dan pelanggan kami untuk mengembalikan pesawat ke layanan di seluruh dunia,” tutur pihak perusahaan yang didirikan oleh William E. Boeing sejak 1916 tersebut.
 
Seorang juru bicara Boeing mengatakan, lebih dari 180 negara telah mengizinkan MAX untuk kembali beroperasi. Salah satunya dengan Indonesia yang menjadi tempat kecelakaan pertama, dan Rusia di antara yang belum melakukannya.
 

 
Analis di perusahaan jasa keuangan global Morningstar, Burkett Huey mengatakan, Boeing masih menghadapi beberapa rintangan penting seperti memulihkan pengiriman pesawat 787 Dreamliner, pesawat terlaris lainnya. Selain itu, meningkatkan buku pesanannya setelah pembatalan dan pukulan dari penurunan penerbangan akibat covid-19. 
 
Namun, Huey menyebut, langkah CAAC sebagai “berita yang sangat baik dan sangat penting” bagi Boeing. Ketidakpastian terkait waktu bagi Tiongkok untuk menyetujui MAX diketahui telah berkontribusi pada kesulitan perusahaan dalam beberapa bulan terakhir.
 
Tiongkok juga memiliki harapan besar untuk mengembangkan industri penerbangannya sendiri, dengan perhatian terfokus pada pesawat berbadan sempit C919 milik Comac. Pesawat tersebut merupakan pesaing potensial bagi pesawat Airbus dan Boeing.
 
Sementara itu, para analis tidak percaya Tiongkok akan dapat memenuhi targetnya hanya dengan sejumlah perusahaan Tiongkok.
 
“Akan sulit bagi Tiongkok untuk tumbuh sebanyak mungkin tanpa Boeing setidaknya selama 10 tahun ke depan,” ucap Huey sambil menambahkan, tindakan CAAC “membuka akses ke pasar yang sangat kritis” untuk Boeing.
 
Saham Boeing ditutup dengan kenaikan 7,5 persen pada hampir tiga juta rupiah, pemenang terbesar di The Dow Jones Industrial Average (DJIA). Dow merupakan salah satu indeks pasar saham AS yang didirikan oleh editor The Wall Street Journal (WSJ) sekaligus pendiri Dow Jones & Company, Charles Dow. (Nadia Ayu Soraya)
 
(FJR)
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif