Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri, Andy Rachmianto. Foto: Dit.PWNI dan BHI Kemenlu
Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri, Andy Rachmianto. Foto: Dit.PWNI dan BHI Kemenlu

Menlu Tiongkok Akan Berkunjung, Indonesia Kembali Angkat Isu ABK

Internasional tiongkok indonesia-tiongkok menlu retno lp marsudi ABK WNI
Marcheilla Ariesta • 11 Januari 2021 17:18
Jakarta: Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi dikabarkan akan melakukan kunjungan ke Indonesia dan akan melakukan pertemuan dengan Menlu Retno Marsudi. Pertemuan tersebut akan mengangkat berbagai isu, termasuk masalah kekerasan yang dialami anak buah kapal Indonesia (ABK WNI) yang bekerja di kapal ikan Tiongkok.
 
Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri, Andy Rachmianto mengatakan sebenarnya kasus ini sudah direspons Tiongkok. Meski demikian, ia menilai respons yang diberikan kurang maksimal.
 
"Betul memang Menlu Wang Yi akan berkunjung ke Jakarta, yang pasti dari sisi kita (Kemenlu RI) sudah menyiapkan pointers (butir pembicaraan) Ibu Menlu mengenai masalah ini (ABK WNI di kapal Tiongkok). Sense saya ini akan diangkat oleh menteri luar negeri pada waktu pertemuan dengan Wang Yi," sebut Dirjen Andy, dalam jumpa pers virtual, Senin 11 Januari 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagi kita ini adalah isu penting. Masalah ABK WNI di kapal Tiongkok menjadi isu yang akan terus kita angkat," tegasnya.
 
Andy menuturkan bahwa semasa pandemi ini, pihaknya sudah berhasil melakukan repatriasi cukup banyak kepada awak kapal asal Indonesia yang bekerja di kapal ikan Tiongkok.
 
Total repatriasi ABK WNI yang bekerja di kapal ikan Tiongkok sekitar 163 orang.
 
"Kita lakukan proses penyerahan ABK yang tertahan di kapal-kapal ikan Tiongkok dan sudah diserahkan ke pihak Indonesia melalui proses serah terima di tengah laut," tuturnya.
 
"Pertama, di perairan Bitung, Sulawesi, dipulangkan 155 ABK WNI yang masih hidup dan 2 meninggal, jadi total 157 orang pada November lalu. Dan baru-baru ini, di Batam, jumlahnya enam, yakni lima ABK dan satu jenazah," terang Andy.
 
Ia mengatakan akan mendorong beberapa mekanisme dengan Tiongkok mengenai perlindungan ABK WNI ini. Andy menuturkan akan memberikan tekanan desakan ke Tiongkok untuk terus menyelesaikan.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif