Kepala Angkatan Darat Australia Letnan Jenderal Simon Stuart. (Medcom.id)
Kepala Angkatan Darat Australia Letnan Jenderal Simon Stuart. (Medcom.id)

Latihan Garuda Shield Bukti Kemajuan Militer Indonesia di Kawasan Indo-Pasifik

Fajar Nugraha • 17 Agustus 2022 07:18
Jakarta: Indonesia menjadi tuan rumah latihan militer gabungan Garuda Shield ke-16. Latihan Super Garuda Shield kali ini dilakukan dengan mengundang 14 negara, setelah sebelumnya hanya dilakukan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
 
Australia untuk pertama kalinya ikut serta dalam latihan kali ini yang dilakukan di Baturaja, Sumatra Selatan. Latihan dibuka pada 3 Agustus 2022 oleh Panglima TNI Andhika Perkasa dan ditutup pada 14 Agustus 2022.
 
Pelaksanaan latihan Garuda Shield berlangsung menjelang perayaan HUT ke-77 Republik Indonesia. Tentunya hal ini menjadi lebih berkesan utamanya bagi Indonesia dan negara lain yang menjadi peserta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Angkatan Darat Australia Letnan Jenderal Simon Stuart menjelaskan dalam sebuah wawancara terbatas mengenai keterlibatan pasukannya dalam latihan kali ini. Apa yang membuat Australia ikut serta dalam latihan yang diikuti juga oleh Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang, Indonesia, Malaysia, Singapura, Papua Nugini, Korea Selatan, India, Timor Leste, Kanada. Berikut isi dari wawancara yang dilakukan di Jakarta, 4 Agustus 2022:

Kenapa tahun ini Australia ikut serta Garuda Shield tetapi tidak bukan tahun lalu?

Sederhananya, Australia sangat bersyukur dengan undangan dari Indonesia dan Amerika Serikat. Pada dasarnya Garuda Shield pada awalnya lebih bersifat pada latihan bilateral dan Australia selalu ikut serta berkontribusi sebagai observer atau pengamat.
 
Kami sangat menghargai undangan yang diberikan. Saya pikir undangan ini menjadi perubahan dari latihan yang dahulunya bersifat lebih bilateral antara Amerika Serikat dan Indonesia menjadi forum kerja sama regional multilateral.
 
Hal ini tentu menjadi tanda kepemimpinan Indonesia di kawasan sebagai stakeholder kunci di ASEAN dan kami sangat mengapresiasi kepemimpinan Indonesia serta visi yang diperlihatkan Indonesia dan AS untuk mencari cara memperdalam dan memperluas kerja sama dari seluruh rekan di kawasan. Ini terutama untuk mencapai tujuan bersama. Tentunya sebuah kawasan Indo-pasifik yang bebas terbuka.
 
Kami memiliki lebih dari 20 aktivitas bilateral antara Australia dan Indonesia. Saya kira hal itu sudah menunjukkan dalamnya serta sejarah panjang dari Australia dan Indonesia. Tetapi visi yang diperlihatkan untuk mengembangkan latihan Garuda Shield termasuk untuk memberikan forum yang sangat praktis bagi kerja sama multilateral di kawasan, sudah barang tentu sangat disambut. Ini adalah bentuk praktis bagi kami untuk bekerja sama.
 
Kami juga percaya bahwa pola atau contoh yang sudah diperlihatkan latihan Garuda Shield. Agar ini adalah salah satu yang kami dan partner lain di kawasan ingin ikuti. Agar ini bisa menjadi cara kami beroperasi secara rutin. Ini inklusif untuk mengadakan kerja sama dengan pihak yang memiliki tujuan sama, yaitu Indo-Pasifik yang terbuka dan bebas.

Harapan apa dari latihan ini?

Harapan saya adalah untuk belajar dan meningkat skill dan kemampuan kami, tetapi yang paling penting adalah memanfaatkan kapasitas. Itu hanya bisa terjadi dengan melakukan operasi bersama dengan rekan, terutama rekan kami di kawasan.
 
Saya kira masih banyak yang bisa dilakukan dan memiliki banyak waktu untuk melakukan semuanya dan tentunya menjadi pengelola baik dari  sumber daya yang  telah diberikan oleh pemerintah. Tentunya juga untuk meningkatkan banyak kapasitas. Semuanya masuk akal, karena ini menjadi cara yang praktis bekerja sama satu dengan lainnya.
 
Ini tentunya menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas yang dibutuhkan dan belajar dengan cepat, cara baru dan yang lebih baik untuk menjalankan operasi militer, termasuk bantuan kemanusiaan atau operasi militer lainnya.
 
Jadi ini merupakan cara yang cepat untuk belajar, karena kami semua membawa pengalaman, perspektif dan kadang Anda belajar dari rekan yang lain untuk melakukan pendekatan lain dalam menghadapi suatu tantangan.
 
Baca:  Australia Ikuti Latihan Miiter 'Garuda Shield' untuk Pertama Kalinya

Seperti apa pentingnya Garuda shields untuk menghadapi dinamika geopolitik di kawasan?

Garuda Shields saya kira merupakan contoh bagus bagaimana negara sekutu dan juga menjadi partner bersatu untuk bekerja sama terhadap masalah yang menjadi perhatian kita. Hal itu berarti  kawasan yang stabil dan aman, di mana semua orang bisa mengambil untung. Memahami juga aturan-aturan. Kita juga bekerja sama, dimana setiap orang memiliki kesempatan yang sama mendapatkan kemakmuran.
 
Garuda Shield mengumpulkan negara yang memiliki pemahaman sama. Jadi ini inklusif, bukannya eksklusif. Garuda Shield juga fokus pada kerja sama, kolaborasi dan pengertian serta transparansi.
 
Saya kira sangat penting seperti halnya hubungan antara masyarakat yang dibangun atas dasar saling percaya, transparansi, empati dan juga memahami posisi masing-masing tantangan, masing-masing sejarah. Ini sama saja di level internasional bagi antar negara.
 
Jauh lebih mudah melakukan pembicaraan mengenai sesuatu hal yang tidak saling setuju. Terutama juga anda memiliki hubungan yang didasarkan atas kepercayaan. 
 
Itu sebabnya latihan Garuda Shield  bagi kami sangat menjadi perhatian utama dan bersedia untuk bekerja sama, demi mendukung tujuan sama. Untuk melakukannya tentu saja harus membangun kepercayaan dan memastikan kita bisa terbuka serta transparan dan berkomunikasi dengan baik. 
 
Kadang kita tidak bisa selalu sepakat mengenai satu isu, tetapi kita bisa tetap kerja sama untuk mendapatkan tujuan bersama.
 
 
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif