Logo Presidensi G20 Indonesia. (AFP)
Logo Presidensi G20 Indonesia. (AFP)

Populer Internasional: Janji Indonesia di G20 hingga Perdamaian Rusia-Ukraina

Willy Haryono • 27 November 2022 10:39
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan, Indonesia berhasil menepati janji dalam menjalankan Presidensi G20 dengan sebaik-baiknya. Keberhasilan Indonesia pun membuahkan pujian dari komunitas internasional.
 
Pernyataan Menlu Retno tersebut menjadi salah satu berita terpopuler di kanal internasional Medcom.id pada Minggu, 27 November 2022.
 
Dua berita terpopuler lainnya adalah pemilihan umum kepala daerah di Taiwan dan prospek perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut selengkapnya:

Indonesia Berhasil Tepati Janji dalam Jalankan Presidensi G20

Indonesia dinilai sukses memimpin G20, meski presidensi tahun ini berada di tengah ketidakpastian situasi dunia dan geopolitik.
 
"Di awal presidensi G20, Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmen. Dan janji terseebut telah ditunaikan," kata Menlu Retno.
 
Ia menuturkan, salah satu janji yang disampaikan Presiden Joko Widodo di awal Presidensi G20 Indonesia adalah menyuarakan kepentingan negara berkembang.
 
Apa lagi yang disampaikan Menlu Retno terkait hal ini? Cek selengkapnya di sini.

Taiwan Gelar Pilkada di Tengah Ketegangan dengan Tiongkok

Taiwan telah selesai menggelar pemilihan umum kepala daerah (pilkada) pada Sabtu kemarin. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyebut pilkada ini bertujuan mengirim pesan kepada dunia mengenai tekad pulau yang dipimpinnya dalam menghadapi tekanan Tiongkok.
 
Pilkada Taiwan, bertujuan memilih wali kota, bupati dan anggota penasihat lokal, berkutat seputar isu-isu domestik seperti pandemi Covid-19 dan angka kejahatan. Mereka yang terpilih tidak akan memiliki akses untuk berbicara seputar kebijakan Taiwan dalam menghadapi Tiongkok.
 
Apa lagi yang disampaikan Tsai terkait pilkada Taiwan? Cek selengkapnya di sini.

Pengamat: Selama Rusia Tak Berubah, Perdamaian dengan Ukraina Sulit Digapai

Perdamaian dalam perang Rusia-Ukraina akan sulit tercapai bila politik luar negeri Moskow belum berubah. Hal ini diungkapkan pengamat internasional dari Universitas Airlangga, Radityo Dharmaputra.
 
Berbicara dalam panel bertajuk 'Russia - Ukraine War: What is The Latest Update? How Should Indonesia Respond?' Conference on Indonesia Foreign Policy (CIFP) 2022 di Jakarta, Radityo mengatakan bahwa dirinya pesimistis perdamaian dapat terjadi di saat situasi masih sama seperti sekarang.
 
"Pertama, sulit bagi (Presiden Rusia Vladimir) Putin untuk tiba-tiba mengubah kebijakan," katanya.
 
Apa lagi yang disampaikan Radityo terkait perang Rusia-Ukraina? Cek selengkapnya di sini.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif