Logo Presidensi G20 Indonesia. (Medcom.id)
Logo Presidensi G20 Indonesia. (Medcom.id)

Indonesia Berhasil Tepati Janji dalam Jalankan Presidensi G20

Marcheilla Ariesta • 26 November 2022 19:10
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan, Indonesia berhasil menepati janji dalam menjalankan Presidensi G20 dengan sebaik-baiknya. Keberhasilan Indonesia pun membuahkan pujian dari komunitas internasional.
 
Indonesia dinilai sukses memimpin G20, meski presidensi tahun ini berada di tengah ketidakpastian situasi dunia dan geopolitik.
 
"Di awal presidensi G20, Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmen. Dan janji terseebut telah ditunaikan," kata Menlu Retno dalam sambutannya di acara Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2022 di Jakarta, Sabtu, 26 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menuturkan, salah satu janji yang disampaikan Presiden Joko Widodo di awal Presidensi G20 Indonesia adalah menyuarakan kepentingan negara berkembang.
 
"Jika kita lihat paragraf Deklarasi G20, maka tampak sekali, bahwa kepentingan dan suara negara berkembang tersuarakan dengan baik," ujar Menlu Retno.
 
"Inklusifitas juga tercermin dari paragraf-paragraf yang memberikan perhatian kepada kaum perempuan. Bahkan kepentingan negara kepulauan kecil pun tersuarakan," sambungnya.
 
Tak hanya itu, untuk pertama kalinya G20 dapat menghadirkan daftar kerja sama konkret, yaitu annex yang bertajuk G20 Actions for Strong and Inclusive Recovery.
 
"Ketahanan kesehatan global diperkuat, antara lain melalui dibentuknya Pandemic Fund, yang jumlahnya sudah 1,5 miliar dolar AS per detik ini dan masih akan terus bertambah," ungkapnya.
 
Namun, tak hanya Pandemic Fund, G20 juga berkomitmen untuk transisi energi yang termasuk kolaborasi pendanaan teknologi. Retno menjelaskan, bantuan kapasitas fiskal negara miskin dan rentan juga didapat dengan komitmen pendanaan hingga USD81,6 miliar dari negara maju.
 
Dalam pidatonya ini, Menlu Retno mengakui adanya perbedaan dalam Deklarasi G20. "Dalam Deklarasi, perbedaan tetap diakui sebagai suatu fakta. Namun di sisi lain, negara G20 sepakat untuk melakukan kerja sama," katanya.
 
Karenanya, ia menyampaikan apresiasi dari kerja sama para anggota G20, organisasi internasional dan negara undangan. "Tanpa kerja sama dari mereka, tidak mungkin kita dapat menjalankan presidensi ini dengan baik," pungkas Menlu Retno.
 
Baca:  G20 Sukses, Menlu Retno: Ini Terobosan Dalam Diplomasi
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif