Presiden COP26 Alok Sharma. (Tolga Akmen / AFP)
Presiden COP26 Alok Sharma. (Tolga Akmen / AFP)

Inggris Minta Semua Negara Penuhi Janji Pakta Iklim Glasgow COP26

Willy Haryono • 06 April 2022 15:46
Jakarta: Laporan Panel Antar-Pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) PBB yang diterbitkan pada Senin 4 April menunjukkan pertumbuhan emisi global telah melambat selama dekade terakhir, tetapi masih banyak yang harus dilakukan, termasuk mengurangi separuh emisi global pada 2030, untuk menjaga target 1,5 Celcius dalam jangkauan dan menghindari dampak terburuk dari pemanasan global.
 
IPCC menyoroti perlunya tindakan segera dalam dekarbonisasi energi, industri, transportasi dan membuat rumah lebih hemat energi, untuk mencapai tujuan utama Perjanjian Paris dalam menjaga kenaikan suhu global abad ini jauh di bawah 2 Celcius di atas tingkat pra-industri dan untuk mengejar upaya untuk membatasi kenaikan suhu lebih jauh ke 1,5 Celcius.
 
Selain itu, IPCC juga menunjukkan alasan untuk tetap optimistis dengan tren yang menunjukkan pertumbuhan emisi global yang melambat. Laporan ini juga merinci bagaimana pertumbuhan ekonomi dapat dicapai bersamaan dengan pengurangan emisi yang ambisius dan penurunan biaya energy baru terbarukan. Sejak 2010, biaya energi solar dan biaya baterai lithium-ion telah turun sekitar 85 persen, dan energi angin sekitar 55 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Inggris menyerukan kepada negara-negara untuk memenuhi janji Pakta Iklim Glasgow, di mana 197 negara telah setuju untuk meninjau kembali dan memperkuat komitmen pengurangan emisi 2030 mereka (Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional) yang diperlukan tahun ini untuk menyelaraskan dengan tujuan suhu dalam Perjanjian Paris dan dengan demikian membatasi hal terburuk dampak perubahan iklim.
 
Pemerintah dari seluruh dunia telah menghabiskan waktu selama dua minggu di sesi yang diselenggarakan di Inggris untuk menguji hasil penemuan dari para ilmuwan iklim untuk laporan ini. IPCC telah menyimpulkan bahwa untuk membatasi pemanasan hingga 1,5 Celcius, emisi global harus mencapai puncaknya sebelum tahun 2025, dan kemudian dikurangi setengahnya pada awal tahun 2030-an - sebagian dengan mengakhiri ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil, termasuk mengurangi penggunaan batu bara yang tidak berkurang hingga tiga perempat pada tahun 2030.
 
"Laporan ini menjelaskan bahwa tenggat waktu untuk menjaga 1,5 derajat Celcius tetap hidup, semakin berjalan sangat cepat. Lampu peringatan sekali lagi berkedip merah terang di dasbor iklim dan sudah saatnya bagi pemerintah untuk bersiap dan bertindak sebelum terlambat," ucap Presiden COP26 Alok Sharma, dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Rabu, 5 April 2022.
 
"Itulah mengapa sangat penting bagi semua negara yang telah menyepakati perjanjian seperti yang tertuang dalam Pakta Iklim Glasgow, terutama negara-negara G20 yang bertanggung jawab atas 80 persen emisi global, untuk dapat meninjau kembali dan memperkuat target pengurangan emisi 2030 mereka tahun ini, hal ini sangat diperlukan untuk menyelaraskan kesepakatan suhu sesuai Perjanjian Paris, jika kita ingin menghindari dampak bencana perubahan iklim."
 
"Namun laporan ini juga memberi harapan bahwa laju pertumbuhan emisi melambat berkat turunnya biaya energi  baru terbarukan dan inovasi teknologi dapat memungkinkan transisi ke masa depan yang lebih bersih."
 
"Kami tahu bahwa ekonomi nol bersih menghadirkan peluang besar untuk pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja ramah lingkungan yang baik, sehingga negara dan perusahaan perlu mempercepat transisi itu."
 
"Inggris telah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 68 persen pada tahun 2030 dan sebesar 78 persen pada tahun 2035 dibandingkan dengan tingkat tahun 1990, sebelum mencapai nol bersih pada tahun 2050 sebagaimana ditetapkan dalam Strategi Net-Zero yang komprehensif di Inggris. Ini menyerukan komunitas global untuk menghormati komitmen untuk menyediakan setidaknya $100 miliar per tahun untuk mendukung negara-negara berkembang mengambil tindakan iklim yang ambisius," ungkap Sharma.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif