PM Thailand Prayuth Chan-ocha. (AFP)
PM Thailand Prayuth Chan-ocha. (AFP)

Populer Internasional: PM Thailand Terus Menjabat hingga Rusia Aneksasi 4 Wilayah Ukraina

Willy Haryono • 01 Oktober 2022 10:02
Bangkok: Mahkamah Konstitusi Thailand telah memutuskan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha dapat terus menjabat. Mereka menyebutkan, ia tidak melampaui batas maksimum delapan tahun masa jabatannya sebagai perdana menteri.
 
Bertahannya PM Prayuth menjadi salah satu berita terpopuler di kanal internasional Medcom.id pada Sabtu, 1 Oktober 2022.
 
Dua berita terpopuler lainnya adalah kehadiran perempuan dalam parlemen Kuwait yang sempat didominasi laki-laki, dan seputar langkah Rusia yang meresmikan aneksasi empat wilayah pendudukan di Ukraina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut selengkapnya:

Lancar Jaya! MK Thailand Putuskan Prayuth Chan-o-cha Tetap Jadi PM

Pengadilan Thailand, dalam pembacaan putusan selama 25 menit pada Jumat kemarin, mengatakan bahwa masa jabatan Prayuth sebagai perdana menteri harus dihitung dari 2017, ketika sebuah konstitusi baru diumumkan.
 
Keputusan itu akan menjadi dorongan bagi Prayuth untuk bisa menjabat setidaknya hingga 2025. Prayuth, 68, telah diskors dari jabatannya saat pengadilan mempertimbangkan kasus tersebut.
 
Juru bicara Prayuth, Anucha Buraphashaisri, mengatakan bahwa dirinya menghormati keputusan itu dan berterima kasih kepada semua pendukung di luar sana.
 
Apa lagi yang disampaikan Anucha terkait hal ini? Cek selengkapnya di sini.

Perempuan Kembali Isi Parlemen Kuwait, Politikus Laki Gantian Dong!

Perempuan kembali ke majelis nasional di Kuwait ketika oposisi memenangkan mayoritas di parlemen. Negara itu mengadakan pemilihan keenam dalam satu dekade ini.
 
Sebanyak 28 dari 50 kursi dimenangkan oleh kandidat oposisi, ketika 20 mantan anggota parlemen digulingkan, termasuk tiga mantan menteri.
 
Kemenangan mantan menteri Jenan Bushehri dan Alia al-Khaled memastikan kehadiran perempuan di parlemen setelah majelis yang semuanya laki-laki terpilih pada 2020. Kuwait tidak pernah memiliki lebih dari empat anggota parlemen perempuan.
 
Mengapa kehadiran politisi laki-laki di Kuwait begitu dominan? Cek selengkapnya di sini.

Umumkan Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina, Putin: Selamanya Milik Rusia

Presiden Vladimir Putin telah menandatangani "perjanjian aksesi" yang meresmikan aneksasi "ilegal" Rusia atas empat wilayah pendudukan di Ukraina pada Jumat, 30 September 2022. Langkah ini menandai perebutan kekuasaan terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.
 
Seremoni penandatanganan, dilakukan di tengah penentangan komunitas global, berlangsung di Grand Kremlin Palace di hadapan jajaran elite politik Rusia, usai berlangsungnya referendum di Kherson, Zaporizhzhia, Luhansk dan Donetsk.
 
Putin memulai seremoni dengan pidato panjang bernada marah, di mana dirinya menyampaikan ancaman nuklir dan janji "melindungi" empat wilayah yang baru saja dicaplok dari Ukraina "dengan segala kekuatan."
 
Apa lagi yang disampaikan Putin terkait hasil referendum empat wilayah di Ukraina? Cek selengkapnya di sini.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif