PM Thailand Prayuth Chan-o-cha lolos dari putusan penghentian jabatan./AFP
PM Thailand Prayuth Chan-o-cha lolos dari putusan penghentian jabatan./AFP

Lancar Jaya! MK Thailand Putuskan Prayuth Chan-o-cha Tetap Jadi PM

Marcheilla Ariesta • 30 September 2022 21:23
Bangkok: Mahkamah Konstitusi Thailand telah memutuskan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha dapat terus menjabat. Mereka menyebutkan, ia tidak melampaui batas maksimum delapan tahun masa jabatannya sebagai perdana menteri.
 
Pengadilan, dalam pembacaan putusan selama 25 menit pada Jumat, 30 September 2022 mengatakan, masa jabatan Prayuth sebagai perdana menteri harus dihitung dari 2017, ketika sebuah konstitusi baru diumumkan.
 
Keputusan itu akan menjadi dorongan bagi Prayuth untuk bisa menjabat setidaknya hingga 2025. Prayuth, 68, telah diskors dari jabatannya saat pengadilan mempertimbangkan kasus tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seorang juru bicara Prayuth mengatakan dia menghormati keputusan itu dan berterima kasih kepada para pendukungnya.
 
"Mulai sekarang, perdana menteri akan melanjutkan hingga selesai sehingga negara akan maju," kata juru bicaranya, Anucha Buraphashaisri, dikutip dari Al Jazeera.
 
Baca juga: Nasib PM Thailand Ditentukan Hari Ini
 
Para pengkritik Prayuth berpendapat bahwa masa jabatannya harus dihitung dari 2014, ketika ia mengambil alih kekuasaan sebagai komandan tentara setelah kudeta yang menggulingkan pemerintah partai Pheu Thai terpilih di Thailand.
 
Namun, pendukung Prayuth berpendapat bahwa masa jabatannya harus dihitung dari setidaknya 2017, atau sejak Prayuth menjabat setelah pemilihannya sebagai perdana menteri sipil pada 2019.
 
Pengadilan yang beranggotakan sembilan orang mengatakan dalam pendapat mayoritasnya bahwa karena konstitusi mulai berlaku setelah Prayuth mengambil alih kekuasaan, batas masa jabatan tidak berlaku untuk masa jabatannya sebelumnya. Hal ini karena konstitusi tidak menentukan apakah itu dapat diterapkan secara retroaktif.
 
Aktivis pro-demokrasi menyambut berita itu dengan seruan kepada pendukung anti-Prayuth untuk berpakaian hitam sebagai tanda berkabung 'atas kematian masa depan Thailand'.
 
Secara mengejutkan, Prayuth diskors sebagai perdana menteri pada Agustus oleh Mahkamah Konstitusi, yang telah menerima petisi dari oposisi politik Thailand yang memintanya untuk memutuskan apakah perdana menteri telah menghabiskan waktunya di kantor.
 
Wakil Perdana Menteri Prawit Wongsuwan telah menjabat sebagai perdana menteri sementara Thailand sejak penangguhan Prayuth. Prawit dan Prayuth adalah mantan komandan tentara dan merupakan rekan seperjuangan selama beberapa dekade.
 
Meskipun ditangguhkan dari perannya sebagai perdana menteri, Prayuth tetap berada di kabinet sebagai menteri pertahanan Thailand.
 
Prayuth pergi bekerja di Kementerian Pertahanan pada Jumat pagi dan kembali ke kediamannya untuk mendengarkan putusan pengadilan pada sore hari.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif