Menurut PM Muhyiddin, kunjungan rumah dan kunjungan makam selama perayaan Hari Raya Idulfitri yang akan datang akhir pekan ini termasuk di antara kegiatan yang dilarang.
“Pemerintah telah memutuskan untuk mengambil langkah-langkah yang lebih keras untuk mengekang penyebaran virus korona di masyarakat dan untuk mencegah kasus meningkat tajam,” tegas Muhyiddin, seperti dikutip Bernama, Selasa 11 Mei 2021.
“Data dan sains terus menunjukkan bahwa aktivitas berkumpul yang membuat jarak sosial menjadi sulit dan keberadaan orang di ruang yang padat menjadi penyebab utama penularan covid-19,” sebut Muhyiddin.
“Rantai infeksi pandemi covid-19 hanya bisa diputuskan dengan mendorong masyarakat untuk tinggal di rumah melalui kontrol pergerakan yang ketat,” ujarnya.
Di bawah MCO, semua bentuk pertemuan sosial termasuk pernikahan dan jamuan makan dilarang. Semua institusi pendidikan ditutup, sedangkan pusat penitipan anak diizinkan beroperasi berdasarkan prosedur operasi standar.
Makan di restoran tidak akan diizinkan. Satu mobil hanya bisa memuat tiga orang, termasuk pengemudinya.
Salat Idulfitri diperbolehkan dengan batas 50 orang untuk masjid dan surau dengan kapasitas melebihi 1.000, kata perdana menteri. Batas maksimal 20 orang berlaku untuk mereka yang berkapasitas lebih rendah.
Pemerintah Malaysia juga meminta pengusaha diwajibkan untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah, dengan tidak lebih dari 30 persen staf manajemen hadir di kantor pada satu waktu.
Larangan perjalanan lintas distrik dan antarnegara bagian serta kegiatan sosial, olahraga, dan pendidikan akan berlaku mulai Senin hingga 6 Juni. Larangan lain akan berlaku mulai 12 Mei hingga 7 Juni.
"Semua sektor ekonomi diizinkan untuk beroperasi selama periode tersebut," ucap Muhyiddin.
Gelombang ketiga
Malaysia saat ini sedang memerangi gelombang ketiga infeksi covid-19. 3.807 kasus covid-19 baru pada Senin membuat penghitungan nasional menjadi 444.484, dengan 1.700 kematian.Penguncian nasional pertama kali diperkenalkan pada Maret tahun lalu, membuat kegiatan ekonomi terhenti. Kerugian harian ditaksir mencapai sebesar 2,4 miliar Ringgit Malaysia.
Penguncian secara bertahap dikurangi dan hampir semua sektor ekonomi diizinkan untuk dilanjutkan, dengan langkah-langkah lokal diterapkan di daerah-daerah dengan lonjakan kasus.
Awal tahun ini, semua negara bagian di negara itu, kecuali Sarawak, ditempatkan di bawah MCO lagi karena negara tersebut secara konsisten melaporkan peningkatan empat digit setiap hari dalam kasus covid-19.
Pekan lalu, penguncian yang disebut MCO 3.0 diberlakukan pada daftar sub-distrik dan distrik di seluruh negeri, termasuk enam di Selangor dan Johor Bahru, Kulai dan Kota Tinggi di Johor.
Pada Senin, Muhyiddin mendesak semua untuk menghadapi gelombang ketiga dengan disiplin dan tinggal di rumah kecuali jika diperlukan.
Kami telah berhasil meratakan kurva infeksi covid-19 pada gelombang pertama dan kedua pandemi.
"Saya ingin mengingatkan (semua) bahwa gelombang ketiga yang kami hadapi saat ini lebih ganas dan kritis. Kami belum menang," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News