Bara dalam Lebam memuat sepuluh track hasil eksperimental keempat personel, yaitu gitaris Bobby Prasetyo, bassist M. Zulyadri "Boy", drummer Matin Mahran, dan vokalis Karel. Proses pengerjaan album sendiri telah dimulai sejak Februari 2019, dan benar-benar selesai pada Januari 2021.
Dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id. Taruk mendeskripsikan musik mereka terkorelasi dengan agresivitas ala DS-13, From Ashes Rise, Baptists, hingga Entombed.
"Dengan lirik yang seolah berupa wawancara diri sendiri setelah berperang dengan beragam kegelisahan, absurditas, kesadaran/ketidaksadaran, hingga upaya mempertanyakan konsep kebebasan. Seolah sebuah dialog yang mengantarkan kita pada kekacauan (praktek/filosofis) saat pandemi mengacak-ngacak kenormalan," tulis Taruk dalam keterangan pers.
Perilisan album ini diawali dengan pelepasan single "Mencekam" pada pekan lalu. Visual sampul album Bara dalam Lebam dikerjakan oleh Indra "Morrgth" Wirawan, sedangkan ilustrasi booklet dan desain grafis dikerjakan oleh Herry Sutresna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News