Kisah tersebut disampaikan Ubay dalam sesi bincang-bincang perayaan satu tahun album Manifestasi Hati yang digelar di rooftop Halte Transjakarta Tosari, Jakarta Pusat, pada Jumat malam, 9 Desember 2026.
Dalam sesi bincang-bincang tersebut, Ubay pun mengaku tak pernah membayangkan dirinya bisa berada di posisi saat ini.
Ia menyebut perjalanannya bergabung dengan Nidji sebagai sesuatu yang tak terlintas sedikit pun di benaknya, terlebih harus melanjutkan tongkat estafet sekaligus legacy dari vokalis sebelumnya, Giring Ganesha, yang memilih hengkang dari band dan terjun ke dunia politik.
“Gue nggak pernah kepikiran sedikit pun bisa jadi vokalis Nidji," ungkap Ubay.
Ubay kemudian mengajak para Teman Nidji (sebutan fans Nidji) yang hadir di sana untuk menengok kembali ke masa sulit yang pernah ia alami.
Menurutnya, Oktober 2018 menjadi salah satu titik terberat dalam perjalanan hidupnya. Pada 16 Oktober 2018, ia harus rela kehilangan sang ayah untuk selama-lamanya.
Meski diliputi duka mendalam, Ubay mengaku masih menggenggam satu mimpi besar yang terus ia jaga, yakni berhasil menjalani hidup sebagai musisi.
“Di tengah kehilangan itu, gue masih punya mimpi: gimana caranya mimpi gue jadi musisi bisa berhasil. Karena kayaknya memang ini jalan hidup gue," lanjutnya.
Di ambang keputusasaan, Ubay menyebut doa menjadi pegangan terakhirnya. Ia pun memutuskan untuk benar-benar menyerahkan segalanya kepada Tuhan.
“Terakhir gue minta tolong sama diri gue sendiri buat berdoa. Gue bilang ke Tuhan, kasih jalannya, tolong lancarkan, dan jadikan ini rezeki gue," tutur Ubay.
Tak lama setelah memanjatkan doa tersebut, sebuah pengumuman audisi Mari Cari Vokalis Nidji tiba-tiba muncul di linimasa Instagram pribadinya. Audisi tersebut berlangsung pada 2018 dan langsung menarik perhatian Ubay untuk ikut.
“Waktu itu tiba-tiba ada pengumuman audisi Mari Cari Vokalis Nidji muncul di Instagram. Gue langsung mikir, kayaknya gue harus ikutan. Ini usaha terakhir gue," ungkapnya.
Sebelum mengikuti audisi tersebut, Ubay memang sudah cukup lama berjuang dan menetap di kota Jakarta. Namun, ia mengaku perjalanan hidupnya tak langsung berjalan mulus.
Ubay menceritakan bahwa sebelum menjadi vokalis Nidji dirinya sempat mengikuti ajang Indonesian Idol pada tahun 2014, mencoba bermain peran di sebuah sinetron FTV, bahkan jualan minuman jus di sebuah kios.
“Namanya hidup naik turun. Gue pernah di fase hampir nyerah. Gue pernah main FTV, pernah ambil peran reguler, jualan jus, bahkan pernah jualan minuman di kios," kata Ubay.
Meski sempat menjajal berbagai pekerjaan, Ubay menegaskan bahwa dirinya tak pernah benar-benar meninggalkan musik. Ia terus merawat mimpinya sebagai musisi dengan mengambil berbagai pekerjaan sampingan yang berkaitan dengan dunia tarik suara.
“Tapi gue nggak pernah berhenti merawat hidup gue sebagai musisi. Ada job nyanyi wedding, jadi backing vocal, apa pun gue ambil karena gue memang cinta musik," lanjutnya.
Hasil dari doa dan usaha tersebut baru benar-benar ia rasakan dan terjawab pada tahun 2019. Ubay resmi bergabung bersama Nidji dan hingga kini telah menempuh perjalanan panjang bersama band yang telah melahirkan banyak sejumlah hits populer tersebut.
“Alhamdulillah gue bisa bareng sama anak-anak Nidji sampai sekarang. Kalau dihitung, ini sudah tahun ke-6 gue di Nidji," tutup Ubay.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News