Terinspirasi Pub Favorit
Julia mengatakan bahwa nama album terbarunya itu terinspirasi dari pub favoritnya. Kenangan yang tersimpan di sana membuatnya memutuskan untuk menggunakan The Gem sebagai judul album.“Saya menamai album ini The Gem dari nama pub itu, yang memang namanya The Gem. Saya suka sekali dengan venue musik yang kecil, dan tempat itu bagus banget,” kata Julia Jacklin dalam wawancara bersama Medcom.id.
Penyanyi yang tumbuh besar di Blue Mountains ini mengaku belum memiliki banyak kenalan saat awal pindah ke Melbourne. Oleh karena itu, Julia memberanikan diri pergi sendiri untuk mencari teman baru.
“Yang sejujurnya lumayan bikin canggung, tapi The Gem adalah salah satu tempat pertama yang saya datangi dan di sana saya dapat teman. Tempatnya hangat sekali dan bikin saya merasa Melbourne sudah seperti rumah sendiri,” ujar Julia.
Ia pun mengenang momen unik dan liar saat pertama kali menonton pertunjukan musik di sana, ketika sang vokalis melakukan crowd-surfing hingga merusak atap dan menjatuhkan bola disko.
“Soalnya tempatnya memang kecil banget. Ada bola disko di sana, dan mereka menarik bola itu sampai hampir seluruh langit-langitnya ambrol. Itu berkesan banget,” ungkap Julia.
Baca Juga :
Eksklusif: Stephanie Poetri Ungkap Tantangan Jadi Wajah Indonesia di Panggung Musik Dunia
Suasana Pub Masuk Rekaman
Keunikan yang ada di pub tersebut bahkan terbawa ke dalam rekaman album The Gem. Pasalnya, studio rekaman bernama Rat Shack Studios berada tepat di atas pub favoritnya tersebut.“Di bagian akhir beberapa lagu, suara band dari lantai bawah terdengar. Lalu ada juga suara pintu dihempas. Tampaknya di pub itu pintunya banyak sekali, dan kami hampir tak pernah bisa dapat take yang bersih tanpa ada suara pintu terbanting,” jelas Julia.
The Gem memuat 10 lagu, termasuk “Get Away From Me (I Think I’ll Love You Soon)” yang telah dirilis pada 15 Juni lalu. Julia mengungkapkan bahwa nuansa jangle rock era ’80-an di lagu tersebut menjadi bentuk penghormatan untuk kota Melbourne dan band Australia favoritnya, The Go-Betweens.
“Musik seperti itu selalu mengingatkan saya pada Melbourne. Meski tidak tumbuh besar di sana, banyak band hebat yang berasal dari Melbourne. Waktu itu saya mencoba mengambil inspirasi dari band bernama The Go-Betweens, band Australia era '80-an yang saya suka sekali. Saya suka karakter suara gitar mereka,” ungkapnya.
Selain itu, band asal Melbourne lain seperti RVG turut menjadi inspirasi besarnya dalam mengolah aransemen musik rock berbasis gitar di album ini.
Baca Juga :
Eksklusif: The Panturas Cerita Pengalaman Tampil di Fuji Rock hingga Rencana Album Ketiga
Perombakan Ulang Materi Album
Salah satu hal menarik dalam proses pengerjaan The Gem adalah keputusan Julia Jacklin untuk merombak kembali album tersebut selama hampir satu tahun, padahal proses mixing dan mastering sebelumnya telah rampung.Julia mengaku keputusan tersebut diambil karena dinamika industri musik yang bergerak cepat.
“Dulu saya terburu-buru menyelesaikannya karena alasan konyol. Industri musik terasa bergerak begitu cepat dan seolah menuntut kita merilis karya tiap tiga tahun sekali, sampai akhirnya saya sadar kalau saya terburu-buru tanpa alasan yang jelas,” jelasnya.
Namun, setelah mendengarkan kembali hasilnya, ia merasa mampu menghasilkan karya yang lebih baik. Bersama rekan musisi dekatnya, ia memilih menikmati proses pembuatan musik ketimbang mengejar tenggat waktu.
“Bagian terbaik dari bermusik adalah proses pembuatannya, jadi kenapa tidak dilanjutkan saja kalau memang bisa bikin yang lebih baik?” tambah Julia.
Menurutnya, hasil garapan ulang tersebut tidak hanya memberikan perbedaan secara teknis, tetapi juga menghadirkan kepuasan batin dan rasa percaya diri yang lebih tinggi.
“Versi kedua ini punya lebih banyak waktu untuk matang dan menemukan bentuk terbaiknya. Terasa lebih mantap dan lebih berkarakter,” ucap Julia.
Eksplorasi Musik dan Harapan
Dari seluruh lagu, saat ini Julia sangat menyukai lagu pembuka berjudul "Brand New" karena proses pembuatannya yang eksploratif dan menyenangkan. Di lagu ini, ia mencoba mengusung konsep seperti lagu Madonna, namun dalam versi akustik.Julia menegaskan bahwa tujuan utamanya bermusik adalah untuk menghibur. Ia berharap album The Gem dapat menjadi pelarian sejenak bagi para pendengar dari kepenatan sehari-hari.
“Saya hanya ingin orang-orang sejenak melupakan kepenatan dunia. Saya ingin mereka merasa nyaman dan beristirahat dari memikirkan masalah duniawi terus-menerus,” pungkas Julia.