Grup K-Pop BTS (Foto: Spotify)
Grup K-Pop BTS (Foto: Spotify)

Musik Lokal Mendominasi, Benarkah K-Pop Mulai Kehilangan Pengaruh di Indonesia?

Rafi Alvirtyantoro • 27 Juni 2026 10:00
Ringkasnya gini..
  • Spotify menegaskan bahwa genre K-Pop tidak mengalami penurunan minat di Indonesia dan pasarnya terus tumbuh secara keseluruhan.
  • Indonesia menduduki posisi sebagai pasar ekspor musik K-Pop terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat berdasarkan data resmi Spotify.
  • Kehadiran konten interaktif seperti podcast resmi menjadi strategi efektif dalam menjaga loyalitas dan kedekatan emosional fandom K-Pop.
Jakarta: Pertumbuhan minat masyarakat Indonesia terhadap musik lokal meningkat pesat dan mendominasi industri musik Tanah Air. Lantas, bagaimana nasib genre K-Pop yang telah menguasai pasar sejak beberapa tahun lalu?

Kondisi Pasar Musik K-Pop Saat Ini

Head of Music Spotify South East Asia, Kossy Ng, mengatakan bahwa seluruh genre musik mengalami pertumbuhan secara keseluruhan, termasuk K-Pop. Ia menegaskan bahwa K-Pop tidak mengalami penurunan minat di Indonesia.
 
“Saya menilai pasarnya memang tumbuh secara keseluruhan untuk semua genre. Hanya saja, akselerasi pertumbuhan musik lokal saat ini jauh lebih cepat. K-Pop sendiri tidak mengalami penurunan,” kata Kossy Ng dalam wawancara eksklusif bersama Medcom.id pada Kamis, 25 Juni 2026.
 
Berdasarkan data Spotify, Indonesia merupakan pasar ekspor K-Pop terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Bahkan, Indonesia tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan pendengar baru tertinggi untuk genre K-Pop pada tahun 2025.

“Pertumbuhan jumlah pendengar baru yang pertama kali mendengarkan K-Pop paling tinggi tercatat di Indonesia (2025),” ungkap Kossy.
 
“Jadi, basis penggemarnya masih terus tumbuh dan mereka sangat militan. Itulah mengapa banyak grup K-Pop yang sering kembali menggelar konser di Indonesia,” lanjutnya.  

Grup yang Mendominasi dan Idola Baru

Ketika ditanya mengenai grup K-Pop yang masih memegang kendali di Spotify, Kossy dengan cepat menjawab BTS. Adapun beberapa grup musik lainnya juga masih mendominasi di Indonesia, termasuk para pendatang baru.
 
“Tentu saja BTS. Selain itu ada BLACKPINK, ENHYPEN, dan SEVENTEEN. Namun yang menarik, musisi-musisi baru juga mulai mencuri perhatian, seperti BABYMONSTER. Hearts2Hearts,” ujar Kossy.
 
Menurutnya, para pendengar K-Pop di Indonesia tidak hanya mendengarkan generasi lama, tetapi juga aktif mengikuti para pendatang baru. Tak hanya musik, mereka juga menikmati berbagai variasi konten di Spotify.
 
“ENHYPEN, misalnya, mereka sangat populer di Indonesia dan mereka juga memiliki podcast resmi bernama STAN:A yang diproduksi oleh HYBE,” ucap Kossy.  

Konten Interaktif Menjaga Loyalitas Penggemar

Ia menilai bahwa konten tersebut menciptakan berbagai bentuk interaksi baru antara sang idola dan penggemar. Pendekatan seperti ini dinilai menjadi salah satu strategi efektif untuk menjaga loyalitas para penggemar.
 
“Ketika kedekatan emosional penggemar sudah terbangun, mereka akan kembali mendengarkan lagunya di platform streaming. Hal inilah yang menjaga loyalitas fandom mereka di Indonesia tetap stabil,” pungkas Kossy.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA