Dalam wawancara bersama Medcom.id, Miljenko mengungkapkan bahwa proses menulis lagu, baik untuk dirinya sendiri maupun proyek lain seperti drama Korea, tidak pernah berbeda. Baginya, setiap karya harus lahir dari kejujuran dan emosi yang nyata.
"Tidak ada bedanya. Aku menulis dari hati. Kau tahu, semua yang keluar dari diriku itu nyata," kata Miljenko kepada Medcom.
Menurutnya, sebuah lagu tidak boleh dikerjakan setengah hati. Dia tak mau membeda-bedakan musik. Dia percaya musik hanya akan memiliki makna jika diciptakan dengan totalitas tanpa kompromi.
Baca Juga :
Eksklusif: Punya Range Vokal 4 Oktaf, Vokalis SteelHeart Yakin AI Tetap Tak Bisa Menirunya
"Tidak ada setengah-setengah. Harus jujur. Harus tepat sasaran. Harus benar. Itu harus memberikan energi dan semangat yang tepat, serta rasa empati. Tidak ada bedanya. Semuanya harus totalitas atau tidak sama sekali," ujarnya.
Filosofi tersebut rupanya menjadi alasan mengapa karya-karyanya mampu diterima di berbagai negara, termasuk Korea Selatan. Dalam perjalanan kariernya, Miljenko bahkan mendapat sambutan luar biasa dari publik Negeri Ginseng.
Pada 2016, ia menghabiskan sekitar enam bulan beraktivitas di Korea Selatan. Selama periode itu, Miljenko tampil di berbagai acara televisi dan menjadi satu-satunya musisi asing yang tampil di The Dream Concert di hadapan sekitar 60 ribu penonton. Dia juga dipercaya menulis lagu untuk sejumlah drama Korea, memperluas kiprahnya di luar dunia rock.
Meski dikenal sebagai frontman SteelHeart, Miljenko mengatakan pendekatannya dalam menciptakan lagu tetap sama, baik untuk band maupun proyek lain. Yang terpenting baginya adalah menyampaikan perasaan yang benar-benar pernah ia alami.
"Semua yang keluar dari diriku itu nyata. Jadi tidak ada bedanya. Semuanya harus totalitas. Tidak ada tuh setengah-setengah, tidak ada 60%, 80%, atau 99%," ujarnya.
Perjalanan karier Miljenko sendiri penuh lika-liku. Setelah SteelHeart meraih kesuksesan besar pada awal 1990-an, dia mengalami kecelakaan panggung yang nyaris mengakhiri hidup sekaligus karier bermusiknya. Namun, dia berhasil bangkit dan kembali berkarya di industri musik internasional.
Kebangkitannya membuat Miljenko terus mengeksplorasi berbagai proyek, mulai dari mengisi suara karakter dalam film Rock Star, tampil bersama dua personel legendaris The Doors, Ray Manzarek dan Robby Krieger, hingga aktif berkarya di Korea Selatan.
Semua pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa dirinya bukan hanya vokalis rock, tetapi juga seorang musisi yang mampu beradaptasi di berbagai genre dan industri musik.
Kini, setelah lebih dari tiga dekade berkarier, Miljenko masih terus berkarya melalui SteelHeart. Dia baru saja merilis versi cover "Without You" yang sempat disimpan selama 30 tahun dan menjadi bagian dari kampanye SteelHeart 30, membuktikan semangat bermusiknya tetap menyala meski telah melewati berbagai tantangan dalam hidup.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda