Pembatalan tersebut berkaitan dengan masalah kelebihan bagasi atau overbagasi yang diketahui. Namun, hingga berita ini ditulis, pihak Juicy Luicy belum memberikan pernyataan resmi mengenai masalah tersebut maupun alasan detail yang menyebabkan mereka batal tampil di festival tersebut.
Di tengah polemik yang belum mendapatkan penjelasan resmi itu, akun Instagram milik Julian “Uan” Kaisar juga diketahui menghilang. Berdasarkan pantauan Medcom.id, akun Instagram Uan tidak dapat ditemukan sejak Rabu, 9 September 2026.
Hilangnya akun tersebut terjadi ketika persoalan izin penampilan Juicy Luicy masih menjadi perbincangan. Kondisi ini membuat sejumlah video ditayangkan langsung di media sosial pada masa lalu kembali bermunculan dan diunggah ulang oleh warganet.
Salah satu video lama yang kini kembali menjadi sorotan menampilkan Uan ketika melakukan siaran langsung melalui akun Instagram pribadinya. Dalam video tersebut, Anda membahas sejumlah perempuan dengan istilah “bungkusable”, yang dalam konteks pembicaraan tersebut Merujuk pada perempuan yang dianggap dapat diajak melakukan hubungan seksual.
Cuplikan tersebut kemudian menuai kritik karena dianggap mengandung pernyataan seksis dan kelayakan perempuan. Dalam video yang beredar, Uan bahkan menyebut sejumlah nama perempuan ketika membicarakan istilah tersebut.
"Spill nama bungkusable, Ica udah pasti Ica. 70% cowok yang ke bar, karaoke night atau kemanapun pernah pasti ngebungkus cewek bernama Ica, dan Fani. Mayang juga bungkusable," tutur Uan dalam video tersebut.
Tak berhenti pada penyebutan beberapa nama, Anda juga melanjutkan pembicaraannya dengan memberikan komentar mengenai fisik serta latar belakang sejumlah perempuan lainnya. Pernyataan itu kemudian ikut menjadi bagian dari cuplikan yang kembali disebarkan warganet.
"Bela juga pasti bohai. Kalau Natali mah 'wow udah staycation dari pagi, udah bukan bungkus lagi'. Kalau Lisa anak orang kaya gitu biasanya Old money, susah digapai," lanjutnya.
Dinilai sebagai Cybersexism
Video lama Uan rupanya juga mendapat perhatian dari pengamat olahraga Ainur Rohman. Ia menyoroti cara Uan berbicara mengenai perempuan dalam siaran langsung tersebut dan menilainya sebagai bentuk cybersexism.Melalui akun X pribadinya, Ainur menyampaikan kritik keras terhadap perilaku tersebut. Menurutnya, ruang digital seharusnya tidak menjadi alasan seseorang merasa bebas melontarkan pernyataan yang mendukung orang lain.
"Bisa santai banget melakukan cybersexism dan public harassment seperti ini, karena dia merasa ada di ruang aman dan kebal hukum sosial," tulis Ainur lewat akun X @ainurohman pada Jumat, 11 September 2026.
Bisa santai banget melakukan cybersexism dan public harassment seperti ini, karena dia merasa ada di ruang aman dan kebal hukum sosial.
— A.Ainur Rohman (@ainurohman) 10 September 2026
Sebab dia merasa pede punya basis fans yg bakal memaklumi perilakunya dengan dalih cuma bercanda.
Sampah! pic.twitter.com/TCrosHf4ei
Ainur kemudian menilai keberanian seseorang melakukan tindakan semacam itu juga dapat dipengaruhi oleh anggapan dirinya memiliki dasar penggemar yang akan tetap membela atau memaklumi kata-kata tersebut.
"Sebab dia merasa pede punya dasar penggemar yang bakal memaklumi perilakunya dengan dalih hanya bercanda. Sampah!" tutup dengan nada tegas.
Warganet Desak Juicy Luicy Diboikot
Kritik terhadap video tersebut tidak hanya datang dari Ainur. Sejumlah warganet juga ikut memberikan tanggapan setelah cuplikan siaran langsung dan kembali beredar luas di media sosial.
Sebagian warganet bahkan memunculkan isu tersebut dengan eksistensi Juicy Luicy di berbagai panggung musik. Mereka melewatkan mengapa musisi yang dianggap memiliki kontroversi masih tetap mendapatkan kesempatan tampil di berbagai acara.
Salah satu warganet menyoroti fenomena tersebut dengan pandangan sikap promotor terhadap musisi yang tengah menuai kontroversi.
"Di sini ga ada cancel culture. Makin bermasalah, makin dikasih panggung," tulis akun @ganz__70.
Senada dengan itu, warganet lainnya secara terbuka membiarkan Juicy Luicy mendapat sanksi sosial atas persoalan yang tengah menjadi sorotan.
"layak di Cancel Culture band ini," tulis akun @hendibas.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Julian “Uan” Kaisar maupun pihak Juicy Luicy terkait beredarnya kembali video tersebut. Belum diketahui pula apakah hilangnya akun Instagram dan memiliki kaitan dengan polemik yang tengah berkembang di media sosial.