"Sudah enggak zaman sih memang dengerin CD tapi tetap saja nyebelin. Enggak usah pakai alibi rezeki orang kecil dagang CD bajakan di pinggir jalan. Puluhan pegawai Musica (label) di bagian gudang CD yang kena PHK gara-gara penurunan penjualan CD asli juga orang kecil, sopir-sopir bagian distribusi yang kena PHK juga orang kecil," tulis @ariel_inst, Rabu 3 Juli 2019.
"Yang produksi CD bajakan enggak mungkin orang kecil! Modalnya pasti besar," tulis Ariel dalam keterangan "Catatan".
Melihat pembajakan menjadi virus menahun yang tak kunjung sembuh, Ariel mengimbau agar pembeli harus lebih cerdas dalam membeli CD.
"Pembelinya yang harus sadar! Kalau enggak ada yang beli kan entar bangkrut juga yang bajak. Kalau yang bajak enggak bangkrut-bangkrut, berarti? Masih banyak yang beli," tulis Ariel.
Ariel tampak menunjukkan kekesalan sebagai musisi yang karyanya kerap dibajak. Sementara dia harus bekerja keras untuk memproduksi karya musik baru.
"Jadi males ini nyelesaiin satu lagu lagi, lo enggak tahu berapa dus itu kopi Torabika gue habisin buat begadang bikin lagu. Ah, sudahlah saya mau tidur," tutup Ariel.
Komentar ini ditanggapi Badai eks Kerispatih. Dia sepakat dan merasakan keresahan serupa sebagai pencipta lagu.
"Itulah Indonesia, My Bro. Sukanya makan dari yang bukan haknya. Dituntut malah lebih galak merekanya. Gue pun merasakan sebagai pencipta lagu bahkan semua yang berkarya di negara ini. Memang harusnya ada yang berani benar-benar memerangi. Bukan katanya perang tapi ternyata masuk juga dalam sistemnya. Sukses, Bro," tulis Badai dalam kolom komentar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News