Artwork lagu
Artwork lagu "Lullaby" (Foto: Instagram/t4plive)

16 Seniman Inggris-Palestina Rilis Lagu "Lullaby" untuk Bantu Gaza

Rafi Alvirtyantoro • 27 November 2025 09:00
Jakarta: Sebanyak 16 seniman dari Inggris dan Palestina berkolaborasi merilis lagu amal berjudul "Lullaby". Seluruh hasil penjualan lagu ini akan disalurkan kepada masyarakat di Gaza.
 
Melalui unggahan di akun Instagram @t4plive, pihak penyelenggara konser amal Together For Palestine mengumumkan kolaborasi luar biasa ini. Sebanyak 16 seniman asal Inggris dan Palestina akan merilis lagu amal bertajuk "Lullaby."
 
“Para musisi terkemuka dari Inggris Raya dan Palestina berkolaborasi dalam sebuah barisan luar biasa untuk mengirimkan pesan solidaritas ke tempat asal mula kisah Natal,” tulis akun @t4plive dalam keterangan unggahannya pada Rabu, 26 November 2025.

Singel ‘Lullaby’ merupakan interpretasi ulang yang kuat dari lagu nina bobok tradisional Palestina, "Yamma Mweel El Hawa", yang memiliki arti ‘Mama, Bernyanyilah Kepada Angin’. Lagu ini menjadi simbol abadi dari cinta dan ketahanan rakyat Palestina.
Lirik berbahasa Inggris untuk lagu "Lullaby" ditulis oleh musisi Peter Gabriel. Sementara itu, aransemen dan komposisi ulangnya digarap oleh Kieran Brunt bersama musisi Palestina, Nai Barghouti.
 
Lagu "Lullaby" menampilkan kolaborasi banyak musisi, termasuk Mabel, Neneh Cherry, London Community Gospel Choir, dan seniman Palestina Amena serta Sura Abdo. Hal ini menjadikan "Lullaby" sebuah lagu lintas budaya yang mengharukan.
 
Bahkan, artwork resmi lagu "Lullaby" dibuat oleh pelukis Gaza, Malak Mattar, yang terinspirasi dari karyanya ‘Shelter’.
 
Perilisan lagu "Lullaby" memiliki harapan besar, yaitu menduduki puncak tangga lagu di Hari Natal.
 
“Mengusung ambisi besar: mencapai posisi Nomor 1 pada Natal, sekaligus menggalang dana vital yang sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa anak-anak dan keluarga di Gaza,” tulis @t4plive.
 
Ambisi tersebut turut disampaikan oleh musisi Inggris, Brian Eno. Menurutnya, lagu "Lullaby" dapat menjadi penutup setelah adanya kehilangan dan ketidakadilan yang dialami oleh anak-anak Palestina sepanjang tahun ini.
 
“Jika kita bersatu dan mengunduhnya, kita punya peluang nyata untuk menjadi Nomor Satu Natal—dan mengubah momen itu menjadi dukungan penyelamat jiwa yang vital bagi keluarga di Gaza,” ungkap Brian Eno, dikutip dari NME.
 
Nai Barghouti pun berharap lagu "Lullaby" dapat menjadi pengingat bahwa tidak akan ada yang hilang dari Palestina.
"Lagu pengantar tidur dari warisan musik kami ini hadir pada saat yang sangat dibutuhkan, sebagai pengingat akan apa yang tidak akan pernah hilang dari Palestina: harapan, perlawanan, keindahan, dan martabat," ujarnya.
 
Lagu "Lullaby" dijadwalkan akan dirilis pada 15 Desember 2025. Seluruh keuntungan dari lagu ini akan disalurkan kepada Together for Palestine Fund, yang dikelola oleh Choose Love.
 
Dana tersebut akan mendukung organisasi-organisasi yang dipimpin oleh warga Palestina, seperti Taawon, Palestine's Children Relief Fund (PCRF), dan Palestinian Medical Relief Soc.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan