YouTuber Korea Mengaku Yesus (Foto: Gyeongin Broadcasting)
YouTuber Korea Mengaku Yesus (Foto: Gyeongin Broadcasting)

YouTuber Korea Diduga Tipu Pengikut Rp587 Miliar, Modus Mengaku Yesus

Rafi Alvirtyantoro • 26 Februari 2026 17:55
Ringkasnya gini..
  • YouTuber Korea klaim diri Yesus, raup Rp587 M; 4 korban lapor, polisi selidiki dugaan penipuan.
  • Modus ramal kiamat & bangun “Bait Suci”, donasi tembus 50 miliar won dalam 2 tahun.
  • Di balik klaim mesias, Kim hidup mewah; transfer unik 444 juta won jadi bukti.
Jakarta: Seorang YouTuber asal Korea Selatan berhasil meraup donasi sekitar 50 miliar won atau setara Rp587 miliar setelah mengeklaim dirinya sebagai Yesus.

Penyelidikan Polisi Berdasarkan Laporan Korban

Pengacara Lee Seung-gi mengungkapkan bahwa kasus ini pertama kali mencuat melalui laporan media JTBC.
 
Pihak kepolisian segera bertindak setelah menerima laporan dari empat orang korban yang merasa dirugikan oleh aktivitas sang YouTuber.
 
“Saat ini, sekitar empat orang korban telah mengajukan laporan pidana terhadap YouTuber tersebut, dan pihak kepolisian dikabarkan telah memulai penyelidikan intensif,” kata Lee Seung-gi, dikutip dari Gyeongin Broadcasting, pada Kamis, 26 Februari 2026.

Modus Ramalan Kiamat dan Pembangunan Bait Suci

YouTuber berinisial Kim tersebut diduga menyebarkan klaim bahwa dirinya adalah Yesus dan meramalkan kiamat akan segera tiba.

Dengan dalih membangun "Bait Suci" baru sebagai sarana keselamatan, ia berhasil mengumpulkan donasi dalam jumlah fantastis dari para pengikutnya.
 
“Tuduhan utamanya adalah penipuan dan pelanggaran Undang-Undang Penggalangan Dana,” tutur Lee Seung-gi.
 
Pengacara yang juga berprofesi sebagai Dosen Luar Biasa Universitas Sogang itu menjelaskan bahwa Kim meramalkan akan terjadi peristiwa "Pengangkatan" sebelum tahun 2030.
 
“Dia (YouTuber) mengaku akan membawa ‘keluarga spiritualnya’ menuju kerajaan Bapa, sementara orang-orang yang mengejeknya—termasuk saya, Anda, atau produser acara ini—akan ditinggalkan di bumi,” jelas Lee Seung-gi.

Narasi Alien dan Tanda Binatang

Dalam ajarannya, Kim mengeklaim bahwa orang-orang yang tidak ikut dengannya akan dikuasai oleh kekuatan alien bernama Elohim dan Pemerintahan Tunggal Dunia.
 
Ia juga memosisikan dirinya sebagai sosok sentral bagi mereka yang menerima "tanda binatang".
 
“Mereka yang menerima ‘tanda binatang’ akan menghadapi penghakiman akhir, dan dialah yang akan memimpin penghakiman tersebut,” ujar Lee Seung-gi.
 
Sebelum memicu kontroversi ini, Kim diketahui mengawali kariernya sebagai instruktur menulis. Ia mulai mengumpulkan pundi-pundi uang melalui biaya pelatihan dan penjualan buku dengan harga selangit.
 
“Dia (YouTuber Kim) mengumpulkan uang melalui biaya pelatihan atau pembelian buku dengan harga jutaan hingga belasan juta rupiah,” tutur Lee Seung-gi.

Obsesi Angka Suci dan Total Donasi Fantastis

Keunikan lain dari kasus ini adalah kepercayaan Kim bahwa angka 4 merupakan angka suci. Ia menginstruksikan para pengikutnya untuk mengirimkan donasi dalam kelipatan angka tersebut.
 
“Ada satu korban yang sampai mentransfer total 444.444.444 won atau sekitar Rp5,2 miliar,” tutur Lee Seung-gi.
 
Laporan media Korea Selatan menyebutkan bahwa total donasi yang masuk ke rekening Kim mencapai 50 miliar won hanya dalam dua tahun terakhir. Angka ini diprediksi masih bisa bertambah seiring berjalannya proses hukum.
 
“Dan itu mungkin hanya angka minimal,” tambah Lee Seung-gi.

Gaya Hidup Mewah di Balik Kedok Agama

Lee Seung-gi meyakini adanya unsur penipuan yang kuat karena perilaku Kim sangat kontradiktif dengan ajaran kiamat yang ia sampaikan. Meskipun mengeklaim dunia akan segera berakhir, Kim justru menyiapkan masa depan jangka panjang untuk keluarganya.
 
“Dia (YouTuber Kim) menerima dana dengan premis bahwa dia adalah Mesias dan kiamat sudah dekat. Namun, perilakunya sendiri kontradiktif—dia berinvestasi pada masa depan anak-anaknya dan asuransi jiwa,” jelas Lee Seung-gi.
 
Ia menegaskan bahwa memanfaatkan rasa takut untuk keuntungan finansial adalah delik pidana yang nyata. “Menipu orang dengan ketakutan untuk meraup keuntungan finansial adalah dasar kuat untuk tuduhan penipuan,” lanjutnya.
 
Saat ini, Kim diketahui menikmati gaya hidup mewah dengan tinggal di apartemen eksklusif, mengendarai mobil impor mahal, serta menyekolahkan ketiga anaknya di sekolah internasional.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA