Bobon Santoso (Foto:Tangkapan layar YouTube Deddy Corbuzeir)
Bobon Santoso (Foto:Tangkapan layar YouTube Deddy Corbuzeir)

Biaya Produksi Tembus Ratusan Juta per Konten, Bobon Santoso Mantap Tinggalkan YouTube

Basuki Rachmat • 12 Februari 2026 22:53
Ringkasnya gini..
  • Bobon Santoso tegaskan pensiun dari YouTube, bantah keputusannya sekadar gimmick.
  • Biaya produksi konten masak capai Rp150 juta per episode, tak tertutup adsense.
  • Meski 17,7 juta subscriber dan jutaan views, Bobon pilih akhiri karier YouTube.
Jakarta: Keputusan YouTuber sekaligus konten kreator Bobon Santoso untuk pensiun dari platform YouTube tampaknya bukan sekadar wacana. Hal tersebut ia tegaskan saat menjadi bintang tamu dalam siniar Close The Door milik Deddy Corbuzier yang tayang pada Rabu, 11 Februari 2026.
 
Sebelumnya, Bobon sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah mengungkapkan niatnya melepas kanal YouTube pribadinya yang telah memiliki 17,7 juta subscriber dengan nilai Rp20 miliar.
 
Dalam perbincangan tersebut, Bobon memastikan keputusannya bukan sekadar gimmick semata.

"Serius, pamit dari YouTube,” kata Bobon Santoso kepada Deddy Corbuzier.
YouTuber yang dikenal lewat konten memasak dengan porsi besar itu mengaku proses produksi konten berdurasi panjang bukanlah perkara yang mudah jika harus dilakukan secara konsisten. 
 
Menurutnya, membuat konten video dengan durasi di atas 15 menit hingga satu jam membutuhkan energi dan biaya produksi yang tidak sedikit.
 
“Karena memang enggak gampang membuat sebuah konten YouTube yang durasinya panjang 15 menit ke atas apalagi satu jam,” lanjutnya.
 
Bobon juga menilai pola konten yang selama ini ia bangun justru membebani dirinya sendiri.
 
“Dengan konten kayak gue masak-masak, gue menciptakan pola yang menurut gue salah dan gak mampu tumbuh dengan baik di Indonesia,” ungkap Bobon.
 
Meski begitu, ia mengakui konten-konten yang diunggahnya tetap meraih jumlah penonton yang tinggi, bahkan menembus jutaan views. Namun, menurutnya, capaian tersebut tidak sebanding dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan.
 
“Viewsnya oke, juta-jutaan juga tembus. Yang membuat gue ngerasa salah ini adalah gue harus menciptakan konten yang terlalu besar biayanya untuk sebuah video,” tuturnya.
 
Bobon menjelaskan, selama ini ia telah membentuk standar produksi yang terlalu tinggi sehingga membutuhkan pengeluaran besar di setiap proyek.
 
“Setiap kegiatan pasti perlu biaya, ternyata gue nih udah mempolakan diri gue buat ngeluarin biaya yang terlalu besar,” ujarnya.
Sebagai YouTuber konvensional, Bobon mengandalkan pemasukan dari endorsement dan kerja sama dengan berbagai brand untuk menutup biaya produksi konten.
 
“Karena gue YouTuber konvensional, gue cuma berharap tentunya dari endorsement, dari brand yang mensupport, kalau misal dalam satu bulan tiga atau empat, itu bisa nutup nih,” sambungnya.
 
Ia juga mengungkapkan biaya produksi program andalannya, Kuali Merah Putih, bisa mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta per episode. Menurutnya, angka tersebut tidak tertutup oleh pendapatan dari adsense YouTube meski video ditonton jutaan kali.
 
“Produksi Kuali Merah Putih itu satu episode itu Rp100 sampai Rp150 juta, dan videonya itu tidak nutup walaupun ditonton 2 juta kalipun tidak nutup,” tutup Bobon Santoso.
 
Pertimbangan finansial itulah yang akhirnya kini membuat Bobon Santoso mantap memutuskan untuk segera mengakhiri perjalanannya di dunia YouTube yang selama ini telah membesarkan namanya tersebut.
 

 

 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA