Penjelasan tersebut disampaikan mpq dalam sesi jumpa pers setelah menggelar hearing session album penuh kedua mereka, Dignified Losers, di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Oktober 2026.
Band yang kini digawangi Abram Dionisius (gitar), Alit Djarot (vokal), Daniel Hasudungan (gitar), Rakaputra (bass), dan Rakha Suryandaru (drum) itu menjelaskan bahwa keputusan menggunakan nama mpq berawal dari kebutuhan untuk menyederhanakan identitas mereka agar lebih mudah dikenal publik.
Berawal dari Majelis Penenang Kalbu
Drummer mpq, Rakha Suryandaru, mengungkapkan bahwa nama MPQ awalnya merupakan singkatan dari Majelis Penenang Kalbu. Pada masa awal pembentukannya, band ini hanya beranggotakan tiga orang.
Seiring berjalannya waktu, mereka merasa perlu memperbarui identitas band agar lebih sesuai dengan perkembangan yang telah dilalui.
"MPQ itu sebenarnya awalnya namanya 'Majelis Penenang Kalbu'. Waktu itu member awalnya cuma bertiga. Seiring berjalannya waktu, perkembangan kita segala macam, mungkin perlu adanya rebranding dari Majelis Penenang Kalbu menjadi MPQ," ungkap Rakha.
Selain perkembangan musikal, persoalan penyebutan nama juga menjadi salah satu pertimbangan mereka. Rakha bercerita bahwa nama Mafia Pemantik Qalbu kerap membuat orang kebingungan, baik saat mendengarnya maupun ketika mencoba menuliskannya.
Ia mengaku cukup sering mendapat pertanyaan mengenai nama band mereka. Tak jarang, nama tersebut juga ditulis secara keliru karena terdengar berbeda bagi setiap orang.
"Nambahin dikit dari cerita nama Majelis Penenang Kalbu ke MPQ ini. Sebenarnya part tersulitnya adalah penyebutannya dari berbagai orang yang pertama kali dengar. Sering ditanya, 'Nama band-nya apa tadi? Majelis Penenang Kalbu?' Terus penulisannya juga macam-macam, ada yang nulis 'Mafia Romanti Kalbu' segala macam. Akhirnya karena capek jelasin ke orang, ya udahlah kita pilih MPQ aja," tutur Rakha.
Nama Band Berawal dari Keisengan Saat Era Mahasiswa di Kampus
Rakha juga menceritakan bahwa pembentukan MPQ pada sekitar 2016 berawal dari aktivitas bermusik tiga orang yang saat itu masih berstatus mahasiswa. Nama Mafia Pemantik Qalbu sendiri lahir dari proses spontan tanpa konsep khusus yang dirancang sejak awal.
"Cuman pas kita satukan, kita ngerasa objektif kita di musik itu pengennya masuk ke dalam diri masing-masing pendengar aja secara subtle (diam-diam). Dari luar enggak terlalu nonjok, tapi kita pengennya masuk ke hatinya pendengar. Itu objektifnya kurang lebih," tutupnya.
Bagi mpq, penyederhanaan nama bukan sekadar upaya mempermudah penyebutan atau membangun identitas baru. Mereka tetap ingin mempertahankan tujuan bermusik yang sejak awal menjadi landasan berkarya, yakni menghadirkan musik yang dapat menyentuh pendengar secara personal tanpa harus selalu tampil mencolok.
Melalui nama mpq, band ini melanjutkan perjalanan mereka dengan identitas yang lebih ringkas, sembari mempertahankan pendekatan musikal yang telah mereka kembangkan sejak awal terbentuk.