Ditulis oleh Widi Puradiredja dan Indah Wisnuwardhana bersama seluruh personel band, “Arah Labuh” mengangkat pesan tentang keberanian melangkah dan menjalani kehidupan tanpa harus mengetahui semua jawaban sejak awal. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk terus mencoba, mengumpulkan pengalaman, dan menikmati setiap proses yang dilalui.
Pesan tersebut tergambar sejak bait pembuka lagu, “Lihat bintang yang terjauh, mari ke sana menyentuh.”
Melalui metafora bintang, samudra, dan tempat berlabuh, MALIQ & D’Essentials menggambarkan keinginan untuk menjelajahi hal-hal baru meski arah perjalanan belum sepenuhnya jelas. Lagu ini juga menyoroti bahwa keraguan, kesalahan, hingga kesedihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan.
Hal itu tercermin dalam penggalan lirik, “Adakala hilang arah, kita ’kan buat salah”, yang kemudian disambung dengan, “Sedikit bersedih lalu balik tertawa” dan “Berlama sendu jangan, yang seru akan datang.”
Alih-alih mengajak pendengar larut dalam kegelisahan, “Arah Labuh” justru menawarkan sudut pandang yang hangat tentang cara menghadapi kehidupan. Lagu ini mengingatkan bahwa perjalanan tidak harus selalu berjalan sempurna untuk tetap bisa dinikmati. Terkadang, keberanian untuk mengambil langkah berikutnya menjadi hal yang paling penting.
Baca Juga :
HIVI! Ungkap Proses Seleksi Kei sebagai Vokalis Baru, Libatkan Psikolog hingga Fashion Stylist
Menandai Perjalanan Menuju 25 Tahun MALIQ & D’Essentials
Pesan dalam “Arah Labuh” juga memiliki keterkaitan dengan perjalanan MALIQ & D’Essentials yang telah berkarya selama hampir seperempat abad. Sepanjang perjalanan tersebut, mereka terus bereksplorasi, menghadirkan beragam warna musikal, dan menjangkau pendengar dari berbagai generasi tanpa meninggalkan karakter musik yang menjadi identitas mereka.
Single ini sekaligus menjadi pengantar menuju pameran dan album terbaru MALIQ & D’Essentials. Melalui rangkaian tersebut, mereka ingin memperluas cerita mengenai proses kreatif, pertemuan, serta eksplorasi musikal yang mewarnai babak berikutnya dalam perjalanan band.
Album terbaru itu juga menghadirkan kolaborasi lintas generasi bersama Bilal Indrajaya, Perunggu, dan Rhoma Irama. Pertemuan dengan musisi yang memiliki karakter berbeda ini membuka ruang eksplorasi baru sekaligus menunjukkan upaya MALIQ & D’Essentials untuk terus berkembang tanpa kehilangan identitas musikalnya.
Dari sisi musikal, “Arah Labuh” tetap mempertahankan karakter hangat dan organik yang selama ini melekat pada MALIQ & D’Essentials. Perpaduan harmoni vokal, permainan instrumen yang dinamis, serta aransemen yang mengalir menciptakan suasana lapang dengan energi yang terasa optimistis.
Kehadiran “Arah Labuh” menjadi penanda fase baru bagi MALIQ & D’Essentials dalam menyambut perjalanan menuju 25 tahun berkarya. Lagu ini bukan sekadar refleksi atas perjalanan yang telah dilalui, melainkan juga ajakan untuk membuka diri terhadap berbagai kemungkinan di masa depan.
Sebab, berlabuh tidak selalu berarti perjalanan telah berakhir. Ada kalanya, berlabuh justru menjadi titik awal untuk kembali berangkat dan menemukan cerita baru.
Bagi Sobat Medcom yang penasaran dengan rilisan terbaru dari MALIQ & D’Essentials, single “Arah Labuh” kini telah dapat kalian dengarkan di berbagai platform musik digital.
Baca Juga :
EKSKLUSIF: Apa Jadinya Jika Queens of the Stone Age ke Indonesia untuk Mencari Inspirasi?