Fadli Zon Tinjau Layar Digi (Foto: Dok. Kementerian Kebudayaan)
Fadli Zon Tinjau Layar Digi (Foto: Dok. Kementerian Kebudayaan)

Tinjau Layar Digi, Fadli Zon Ingin Bioskop Indonesia Diperbanyak

Rafi Alvirtyantoro • 06 Maret 2026 18:18
Ringkasnya gini..
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon apresiasi Layar Digi sebagai solusi cerdas atasi keterbatasan layar bioskop di daerah.
  • Inovasi micro cinema digital ini proyeksikan perluasan distribusi film lokal hingga tingkat kecamatan di seluruh Indonesia.
  • Kolaborasi pemerintah dan swasta melalui Layar Digi dorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif dan budaya nasional.
Jakarta: Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau fasilitas Layar Digi di Gading Serpong, Tangerang.
 
Layar Digi hadir sebagai inovasi micro cinema berbasis digital yang bertujuan memberikan pengalaman menonton berkualitas dengan harga terjangkau, terutama bagi masyarakat di daerah yang belum terjangkau bioskop besar. Inisiatif ini diproyeksikan menjadi solusi atas minimnya jumlah layar di Indonesia sekaligus memperluas jangkauan distribusi film lokal.
 
Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon bersama tamu undangan menyaksikan cuplikan film animasi Knight Kris (2017) untuk menguji kualitas visual dan audio yang ditawarkan format bioskop mini ini.  

Solusi Kurang Layar di Indonesia

Menteri Kebudayaan memberikan apresiasi tinggi terhadap Layar Digi. Ia menganggap kehadiran teknologi ini sangat krusial karena keterbatasan layar selama ini menjadi hambatan utama film nasional untuk menjangkau penonton di pelosok daerah.

“Inovasi luar biasa dengan cara berpikir yang out of the box untuk menyediakan atau menjawab tantangan yang kita hadapi yaitu kekurangan layar,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya pada Kamis, 5 Maret 2026.
 
“Ini mengisi ruang-ruang kosong yang masih ada karena belum adanya bioskop di daerah-daerah, dan membuka banyak kesempatan bagi masyarakat untuk menonton film di bioskop,” lanjutnya.
 
Fadli Zon mencatat bahwa meski industri film tanah air sedang bertumbuh pesat, penguatan ekosistem tetap diperlukan melalui regulasi penayangan yang adil dan pemeliharaan minat menonton masyarakat.
 
“Layar Digi ini bisa hadir sampai kecamatan, bahkan ke daerah-daerah yang belum memiliki bioskop, ini luar biasa sekali. Peluangnya besar dan ini akan membantu kebudayaan sekaligus mendorong ekonomi kreatif di hilir,” jelas Fadli Zon.  

Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif

Menurutnya, ekosistem tersebut harus dijaga agar masyarakat tetap antusias datang ke bioskop. Fadli Zon menegaskan kembali bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat diperlukan agar ekosistem kebudayaan Indonesia semakin kokoh dan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
 
Senada dengan hal tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menambahkan bahwa Layar Digi muncul di saat yang tepat mengingat produksi film nasional terus meningkat. Ia mengungkapkan banyaknya permintaan dari pemerintah daerah agar akses bioskop diperluas ke wilayah mereka.
 
“Kalau ini difokuskan, tidak akan lama ini akan menjadi jaringan bioskop salah satu terbesar di Indonesia,” ungkap Teuku Riefky.  

Penyatuan Hulu dan Hilir Perfilman

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, selaku Presiden Komisaris PT Teknologi Layar Digital, menyampaikan bahwa proyek ini adalah upaya menyatukan sektor hulu dan hilir industri perfilman. Ia menganggap film bukan sekadar tontonan, melainkan soft power budaya yang mampu menggerakkan ekonomi.
 
Selain film baru, Layar Digi berencana menayangkan kembali film-film bersejarah Indonesia untuk mengedukasi generasi muda. Rahayu berharap kehadiran Layar Digi dapat memberikan dukungan terhadap kreativitas anak bangsa sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru di sektor kreatif.
 
“Kami terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak agar masyarakat di seluruh pelosok Indonesia bisa menikmati karya-karya anak bangsa di layar besar,” ucap Rahayu Saraswati.
 
Layar Digi beroperasi dengan memanfaatkan ruang komersial strategis. Meski kapasitas kursinya lebih sedikit dibandingkan bioskop konvensional, kualitas proyeksi dan suaranya tetap dijaga sesuai standar.
 
Strategi ini diharapkan mampu memeratakan akses tontonan yang selama ini masih terpusat di kota-kota besar. Setelah uji coba di Gading Serpong, Layar Digi direncanakan merambah berbagai kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA