Joko Anwar (Foto: Instagram/jokoanwar)
Joko Anwar (Foto: Instagram/jokoanwar)

Joko Anwar Prediksi Film Lebaran 2026 Bakal Puaskan Penonton

Rafi Alvirtyantoro • 25 Februari 2026 11:01
Ringkasnya gini..
  • Joko Anwar optimistis keberagaman genre film Lebaran 2026 bakal memuaskan penonton Indonesia.
  • Pertumbuhan pasar film lokal sebesar 65% menuntut penambahan jumlah layar bioskop di Indonesia.
  • Relevansi cerita menjadi alasan utama film Indonesia lebih diminati masyarakat dibandingkan film impor.
Jakarta: Sutradara dan penulis Joko Anwar memberikan tanggapannya mengenai deretan film yang akan tayang pada momen Lebaran 2026.
 
Menurutnya, jajaran film tersebut akan memuaskan penonton karena keberagaman genre dan cerita yang ditawarkan kepada masyarakat.
 
“Beragam banget film Lebaran kita. Ada horor dua, ada film keluarga dua, ada film animasi satu, ada film anak satu. Menurut gua bakal memuaskan semua orang sih,” kata Joko Anwar di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Senin, 23 Februari 2026.

Keberagaman tersebut memberikan masyarakat lebih banyak pilihan tontonan, mulai dari genre horor hingga tema keluarga. Hal inilah yang membuat lini film Lebaran 2026 menjadi semakin menarik.
 
“Jadi semua semua bisa nonton film yang mereka mau nonton. Yang keluarga ada, yang lebih suka horor juga ada. Menarik sih lineup-nya,” ucap Joko Anwar.
 
Daftar film yang dijadwalkan tayang pada Lebaran 2026 meliputi Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Danur: Last Chapter, Na Willa, Tunggu Aku Sukses Nanti, Pelangi di Mars, dan Senin Harga Naik.  

Tantangan Jumlah Layar Bioskop

Meski antusias, Joko Anwar mengungkapkan bahwa industri perfilman Indonesia masih menghadapi kendala terkait pembagian layar di berbagai jaringan bioskop. Persoalan ini menjadi krusial mengingat ada enam film yang akan dirilis secara serentak pada hari yang sama.
 
“Cuma kalau kita lihat ada enam film dalam satu rilis tanggal, kan banyak dibandingkan dengan layar. Jadi menurut gua kalau saja layar Indonesia semakin banyak itu akan membuat perfilman kita jadi lebih sehat,” ungkap Joko Anwar.
 
Tingginya minat masyarakat terhadap karya domestik seharusnya menjadi alasan kuat untuk menambah jumlah layar bioskop. Joko Anwar menjelaskan bahwa saat ini sekitar 65% pasar perfilman di Indonesia lebih menyukai tontonan lokal dibandingkan film luar negeri.  

Relevansi Film Lokal bagi Penonton

Ia berpendapat bahwa film Indonesia memiliki tingkat relevansi yang tinggi dengan kehidupan masyarakat, berbeda dengan film impor yang mengangkat latar belakang budaya negara asalnya.
 
“Udah dua tahun belakangan ini 65% market share. Berarti kan penonton lebih tertarik untuk nonton film Indonesia ketimbang film impor. Kenapa? Jawabannya cuma satu, karena filmmaker Indonesia membuat film yang relevan dengan kehidupan kita,” jelas Joko Anwar.
 
“Kenapa orang pengen nonton film Indonesia? Karena mereka merasa relevan. Kalau film impor kan mungkin nggak relevan, ceritanya ceritanya orang luar, mungkin ceritanya juga tidak mereka bisa bayangkan di kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
 
Sementara itu, Joko Anwar sendiri akan kembali meramaikan bioskop melalui karya terbarunya yang bertajuk Ghost in the Cell. Film bergenre horor komedi ini dijadwalkan tayang pada 16 April 2026.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA