Pria yang akrab disapa Ifan Seventeen itu menjelaskan bahwa bioskop milik negara tersebut akan diberi nama Sinewara.
“Insya Allah Ketua, itu PFN akan mendirikan bioskop negara pertama yang bernama Sinewara,” kata Ifan Seventeen.
Lokasi Strategis di Jakarta Timur
Bioskop Sinewara rencananya berlokasi di Jl. Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur. Lokasi ini dipilih karena berada di area yang sama dengan gedung kantor pusat PFN.Ifan berharap kehadiran Sinewara dapat menjadi pemantik bagi munculnya bioskop-bioskop milik negara lainnya di berbagai wilayah Indonesia. Ia juga membuka peluang kerja sama bagi pihak yang ingin bergabung mengembangkan bisnis ini melalui skema kepemilikan saham (shareholder).
“Semoga ini bisa menjadi stimulan dan juga trigger untuk daerah-daerah lain ikut mengembangkan bisnis bioskop negara ini,” ujarnya.
Baca Juga :
Pertumbuhan Streaming di Asia Tenggara Melonjak, Konten Indonesia Bersaing dengan Drakor
Atasi Ketimpangan Jumlah Layar Bioskop
Pembangunan bioskop negara ini merupakan upaya PFN untuk meningkatkan jumlah layar di tanah air. Berdasarkan data PFN, Indonesia saat ini hanya memiliki sekitar 2.400 layar bioskop dengan distribusi yang tidak merata.“Tingkat penyebarannya sangat tidak rata. Bahkan hanya 25% sampai 30% daripada kabupaten kota yang ada di Indonesia yang mempunyai layar,” tutur Ifan.
Dukungan untuk Sineas dan Industri Film Lokal
Selain pembangunan fisik, Ifan mengusulkan penambahan hari tayang khusus untuk film lokal serta pengaturan masa tayang yang lebih berpihak pada karya anak bangsa. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong produktivitas para sineas agar industri film Indonesia semakin kompetitif di pasar global.“Kami harap ini akan akan lebih meringankan dan mendorong para pelaku film untuk lebih berproduksi dan juga menstimulasi para pelaku film untuk lebih berkembang yang tentunya pasti akan berkaitan dengan kemajuan industri film secara global,” jelas Ifan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News