Rano Karno mengungkapkan bahwa pemilihan kawasan Kota Tua sebagai lokasi syuting bermula dari kehadiran Indonesia di Festival Film Cannes. Melalui ajang internasional tersebut, potensi Jakarta sebagai lokasi syuting film kelas dunia mulai dilirik.
"Kenapa mereka syuting di situ? Itu lahir dari Festival Film Cannes (Prancis). Kami tahun lalu, buka booth di Festival Film Cannes. Mei 2025, kami ikut lagi," ungkap Rano Karno kepada awak media belum lama ini.
Menjaga Kerahasiaan Produksi dan Kehadiran Lisa BLACKPINK
Sebelum informasi syuting film Extraction: Tygo beredar luas, Rano Karno sebenarnya berniat untuk menjaga kerahasiaan proyek tersebut. Ia bahkan telah menginstruksikan jajarannya agar tidak membocorkan informasi mengenai kedatangan kru maupun jajaran pemain."Saya tahu, film harus dilahirkan confidential. Kalau mau promo, Jakarta lebih berhak promo tentang kehadiran Lisa BLACKPINK. Saya sudah bilang ke dinas, tidak boleh satu orang pun bicara, akan ada syuting Korea, bintangnya siapa," jelas Rano Karno.
Meskipun sempat dirahasiakan, informasi tersebut akhirnya terungkap ke publik pekan lalu. Hal ini menyusul adanya pengumuman rekayasa lalu lintas d i kawasan Jalan Cengkeh yang berlangsung pada 28–29 Januari serta 1–7 Februari 2026.
Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Kota Tua
Selama proses produksi, penutupan jalan dilakukan mulai dari simpang Jalan Kunir hingga simpang Jalan Nelayan Timur setiap hari pukul 05.00 hingga 19.00 WIB. Spanduk pemberitahuan terkait pengalihan arus pun diketahui masih terpasang di ujung Jalan Kunir yang menjadi lokasi utama pengambilan gambar.Jakarta Experience Board (JXB) turut mengonfirmasi bahwa terpilihnya Jakarta sebagai lokasi syuting internasional merupakan tindak lanjut dari arahan Rano Karno. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk memosisikan Jakarta sebagai "Kota Sinema", dengan kawasan Kota Tua sebagai salah satu ikon utamanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News