Ilustrasi (Foto: AI Image generated)
Ilustrasi (Foto: AI Image generated)

Pertumbuhan Streaming di Asia Tenggara Melonjak, Konten Indonesia Bersaing dengan Drakor

Agustinus Shindu Alpito • 12 Februari 2026 14:47
Ringkasnya gini..
  • Pasar layanan streaming premium regional mengalami pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2025.
  • Meningkat 19 persen secara tahunan. Gabungan dari Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura menghasilkan 61 juta pengguna di tahun 2025.
  • Netflix tetap berkuasa sebagai layanan streaming paling dominan dari segala sisi.
Jakarta: Industri hiburan lokal kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sedang mencetak sejarah baru. Pasar layanan streaming premium regional mengalami pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2025 berkat pertumbuhan akun pelanggan serta meluasnya adopsi TV terhubung (connected TV).
 
Melansir dari Media Partners Asia dan AMPD via Variety, total akun pelanggan di kawasan ini meningkat 19 persen secara tahunan. Gabungan dari Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura menghasilkan 61 juta pengguna di tahun 2025. 
 
Dari total tersebut, Indonesia menjadi penyumbang terbesar dengan mencatat 26,9 juta akun berlangganan di berbagai platform ternama seperti Netflix, Vidio, Viu, hingga iQIYI. Kemudian, Indonesia juga mendominasi porsi waktu tonton (watch time) terbesar di kawasan Asia Tenggara.
 

Konten Lokal Bersaing dengan Drakor, Didominasi Vidio

Pasar ini mencapai tonggak sejarah pada kuartal keempat tahun 2025. Konten produksi lokal Indonesia mampu menyaingi tayangan Korea dalam persentase jumlah penonton, masing-masing 30 persen. Namun, porsi basis pengguna antara Indonesia dan Korea berada pada persaingan yang sengit di angka 47-48 persen. 

Beberapa konten orisinal Indonesia masuk dalam daftar judul teratas kuartal ini, didominasi oleh jajaran tayangan platform Vidio. Hal ini mencerminkan peningkatan kualitas konten, distribusi yang lebih kuat, serta kepercayaan penonton yang semakin tinggi terhadap narasi lokal.
 
“Konten Korea terus menjadi pendorong utama jangkauan di Asia Tenggara pada tahun 2025, namun konten asli lokal kini memainkan peran yang jauh lebih sentral dalam mendorong baik akuisisi maupun keterlibatan,” ujar Dhivya, analis utama di MPA dan AMPD. 
 
Lanjutnya, “Indonesia menonjol tahun ini, dengan judul-judul lokal bersaing langsung dengan drama Korea di puncak peringkat VOD (Video on Demand) premium.” 
 
Meski demikian, Netflix tetap berkuasa sebagai layanan streaming paling dominan dari segala sisi. Kekuatan platform ini berasal dari kombinasi antara waralaba global yang populer, serial Korea kenamaan, dan konten lokal yang diperoleh dari Indonesia serta Thailand. 
 
Vidio memimpin di antara platform lokal Indonesia lainnya dalam hal jumlah pelanggan dan pengguna aktif bulanan. Ia menempati posisi kedua setelah Netflix dalam hal waktu menonton dan pendapatan. Layanan ini mencatat jam streaming tertinggi kedua di kawasan Asia Tenggara pada kuartal keempat berkat variasi konten orisinal Indonesia dan program olahraga yang terus berkembang. 
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA