Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman sembilan tahun penjara dengan denda Rp500 juta kepada Ammar Zoni. Ia menilai tuntutan tersebut tidak adil bagi penyalahguna narkoba seperti dirinya.
Aktor ini dengan tegas membantah tuduhan sebagai pengedar atau bandar narkoba di hadapan majelis hakim. Berlinang air mata, Ammar Zoni bersumpah bahwa ia hanyalah seorang pecandu yang butuh pertolongan.
"Demi Allah, saya tidak seperti yang dituduhkan. Demi Allah, saya bukan seorang bandar. Demi Allah, saya tidak pernah sekali pun menjual atau menjadi perantara, atau memiliki bahkan menyimpan barang tersebut seperti yang dituduhkan," ucap Ammar.
Ungkap Rutan Salemba Sebagai “Sarang Narkoba”
Selain itu, ia juga membongkar jaringan peredaran narkoba di dalam tahanan, terutama di Rutan Salemba. Lingkungan yang ia anggap sebagai sarang narkoba itu membuatnya sulit sembuh dari adiksi."Di sanalah tempat sarangnya, semua jenis narkoba. Sungguh sangat berat untuk menghindari itu semua. Narkoba pun rasanya seperti beli kacang goreng, mudah sekali didapat dengan harga yang relatif murah," tambahnya.
Ajukan Pertimbangan Sebagai Ayah dan Seniman
Mantan suami Irish Bella tersebut akhirnya memohon kepada majelis hakim agar mempertimbangkan masa depannya. Ia juga memanfaatkan dalih sebagai seorang bapak dan artis demi mengurangi masa hukuman."Saya mohon dengan tulus atas nasib saya agar Majelis Hakim mempertimbangkan umur saya, masa depan saya, karier saya, keluarga saya, anak-anak saya yang masih kecil dan butuh bapak kandungnya. Bukan sebagai seorang penjahat yang pantas dihancurkan hidupnya," harap Ammar.
Di akhir kata, Ammar meminta maaf kepada anak-anaknya: Air dan Amala. Ia merasa telah menyia-nyiakan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk melihat tumbuh kembang mereka.
"Maafkan Daddy, Nak. Atas semua waktu kebersamaan yang sudah banyak terbuang. Daddy janji besok lusa Daddy akan tebus semua waktu yang pernah hilang," janji Ammar.
Sempat Menangis Saat Susun Pleidoi
Di kesempatan yang sama, kuasa hukum Ammar, Jon Mathias, mengungkap bahwa kliennya sempat menangis ketika menyusun nota pembelaan. Ia mendampingi Ammar selama lima jam di dalam lapas.Banyak hal yang membuat sang aktor tak kuasa menahan air mata, seperti perjuangannya saat merintis karier hingga momen kepergian kedua orang tuanya beberapa waktu lalu. Jon menyebut kalau Ammar ditinggal mereka saat ia sangat memerlukan dukungan.
"Dalam menyusun itu, dia banyak nangis. Sedih juga bagaimana dia merintis karier, kemudian penderitaannya ditinggal mati oleh adiknya yang perempuan, kemudian ibunya meninggal juga, sampai bapaknya meninggal di saat-saat dia butuh support," ungkapnya.
Ia juga menceritakan perjalanan hidupnya, termasuk perceraian dan kehilangan anak di masa lalu yang menjadi bagian dari pleidoi tersebut.
"Dia menceritakan gimana riwayat hidup dia, sampai dia berpisah juga, kemudian kenapa dia sampai mengenal narkotika. Bagaimana dia kehilangan anaknya dulu. Jadi semua disusun dengan baik," pungkasnya.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News