Tompi dan Pandji Pragiwaksono (Foto: Medcom)
Tompi dan Pandji Pragiwaksono (Foto: Medcom)

Tompi Tegaskan Tak Ada Masalah Pribadi dengan Pandji Usai Kritik Materi Mens Rea

Rafi Alvirtyantoro • 06 Januari 2026 13:45
Jakarta: Penyanyi Tompi memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak memiliki masalah pribadi dengan komika Pandji Pragiwaksono. Hal ini menyusul kritik yang dilontarkan Tompi terhadap salah satu materi stand up comedy dalam pertunjukan bertajuk Mens Rea.
 
Meski kerap berbeda pandangan di dunia politik, Tompi menegaskan bahwa hubungannya dengan Pandji tetap baik. Keduanya bahkan masih menjalin komunikasi sebagai teman.
 
"Saya klarifikasi dulu bahwa saya dan Pandji itu berteman. Walaupun dalam beberapa kali urusan politik kita tidak selalu satu 'track', tapi kita temenan. Saya baik-baik aja sama dia, dan enggak punya personal issue, tidak ada urusan pribadi," kata Tompi kepada awak media di Jakarta, pada Senin, 5 Januari 2026.

Tompi sendiri mengaku telah menyaksikan pertunjukan yang berdurasi 2 jam 24 menit tersebut secara penuh. Secara garis besar, ia sepakat dengan konten yang dibawakan oleh Pandji Pragiwaksono.
 
“Hampir semuanya, secara umum saya setuju dengan kontennya. Seratus persen benar. Saya setuju dengan kontennya. Kegelisahannya itu adalah kegelisahan kita semua,” ujar Tompi.
 
Menurutnya, Pandji berhasil menyampaikan pesan-pesan sosial dengan sangat baik. Namun, Tompi menyayangkan poin tertentu di mana temannya tersebut dianggap "menyerang" penampilan fisik seseorang.
 
“Dia (Pandji) berhasil menyampaikan pesan itu dengan baik, gitu. Saya cuma menyayangkan satu hal aja (kritik penampilan seseorang),” ucap Tompi.
 
Tompi menilai bahwa kritik seharusnya difokuskan pada kinerja atau kebijakan, bukan pada aspek fisik. Ia menjelaskan bahwa penampilan mata sayu atau tampak mengantuk yang dimiliki Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merupakan kondisi anatomis bawaan sejak lahir yang dalam istilah medis disebut ptosis.
 
“Ptosis itu otot levator (kelopak mata) kepanjangan turun ke bawah, jadi mata dia tertutup, bukaan matanya tidak maksimal. Pada orang dewasa yang kasus seperti Pak Gibran, Pak Wapres, itu kondisi ptosisnya tidak terlalu berat," jelas Tompi.
 
Melansir dari Alodokter, ptosis adalah istilah medis untuk menggambarkan kondisi kelopak mata yang turun sehingga mata terlihat mengantuk. Meski tidak terasa sakit, ptosis bisa menjadi indikasi adanya penyakit serius yang berisiko menyebabkan gangguan penglihatan jika tidak diwaspadai sejak dini.
 
Sebelumnya, Tompi menyoroti bagian materi Pandji yang menyinggung kondisi fisik Gibran Rakabuming Raka. Dalam materi tersebut, Pandji membahas pemilihan pemimpin berdasarkan tampilan visual dengan nada bercanda.
 
"Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang, banyak. Ganjar ganteng ya. Anies manis ya. Prabowo gemoy ya. Atau Wakil Presidennya, Gibran ngantuk ya. Salah nada salah nada, maaf, Gibran ngantuk ya? Nah gitu nadanya. Gibran ngantuk ya? Kayak orang ngantuk ya dia," ucap Pandji dalam salah satu materi di Mens Rea.
 
Tompi menyayangkan bagian tersebut karena dinilai mengarah pada tindakan body shaming. Pelantun lagu "Tak Pernah Setengah Hati" itu menekankan bahwa kondisi medis bukanlah bahan lelucon yang layak.
 
"Apa yang terlihat 'mengantuk' pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON," tulis Tompi di akun Instagram @dr_tompi pada Sabtu, 3 Januari 2026.
 
"PTOSIS: Meskipun bisa dikoreksi secara operasi, tapi tentu ini menjadi kemerdekaan setiap pasien untuk mau (memilih) atau tidak," lanjutnya.
 

 
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan