Tompi (Foto: Medcom)
Tompi (Foto: Medcom)

Materi 'Gibran Ngantuk' di Mens Rea Dikritik Tompi, Begini Tanggapan Pandji Pragiwaksono

Basuki Rachmat • 05 Januari 2026 17:10
Jakarta: Tompi, musisi yang juga dikenal sebagai dokter bedah plastik, baru-baru ini memberikan kritikan pedas untuk komika Pandji Pragiwaksono terkait salah satu materi dalam pertunjukan stand-up comedy bertajuk Mens Rea yang belum lama ini tayang di platform streaming Netflix.
 
Melalui unggahan terbaru di akun media sosial Instagram pribadinya, Tompi menyoroti salah satu bagian materi Pandji yang menyinggung kondisi fisik Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, khususnya terkait penampilan mata sayu Gibran yang dianggap terlihat mengantuk.
 
Dalam salah satu set-up materinya tentang pemilihan pemimpin berdasarkan tampilan fisik, Pandji menyebut sejumlah figur publik dengan karakter visual tertentu. Pada bagian tersebut, ia sempat menyinggung Gibran dengan nada bercanda.

"Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang, banyak. Ganjar ganteng ya. Anies manis ya. Prabowo gemoy ya. Atau Wakil Presidennya, Gibran ngantuk ya. Salah nada salah nada, maaf, Gibran ngantuk ya? Nah gitu nadanya. Gibran ngantuk ya? Kayak orang ngantuk ya dia," ucap Pandji dalam salah satu materi di Mens Rea.  Tompi pun menyayangkan bagian materi Pandji tersebut karena dinilai telah mengarah ke bentuk body shaming. Pelantun hits "Tak Pernah Setengah Hati" itu pun lantas menjelaskan bahwa kondisi mata yang tampak sayu bukanlah hal yang layak dijadikan bahan lelucon, terlebih jika dikaitkan dengan kondisi medis.
 
Materi Gibran Ngantuk di Mens Rea Dikritik Tompi, Begini Tanggapan Pandji Pragiwaksono
 
"Apa yang terlihat 'mengantuk' pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON," tulis Tompi di akun Instagram @dr_tompi pada Sabtu, 3 Januari 2026.
 
"PTOSIS: Meskipun bisa dikoreksi secara operasi, tapi tentu ini menjadi kemerdekaan setiap pasien untuk mau (memilih) atau tidak," lanjutnya.
 
Dokter berusia 47 tahun itu menegaskan bahwa kritik dan satire dalam humor adalah hal yang sah. Namun, menurutnya, menyerang kondisi fisik seseorang bukanlah bentuk kecerdasan dalam berkomedi.
 
"Merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir," tegasnya.
 
Tompi pun kini mengajak publik dan warganet untuk meningkatkan standar diskursus dalam mengkritisi sesuatu dan meminta agar tidak menjadikan kondisi fisik seseorang sebagai bentuk humor.
 
"Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline," tutur Tompi. Meski melayangkan kritik, Tompi tetap mengapresiasi keseluruhan materi Mens Rea. Ia mengaku telah menonton pertunjukan tersebut dan mengamini banyak kritik sosial yang disampaikan Pandji terkait situasi Tanah Air belakangan ini.
 
"Btw saya nonton show-nya di Netflix, keren kok materinya. BANYAK BENERnya," tutupnya.

Tanggapan Pandji Pragiwaksono setelah Dikritisi Tompi

Unggahan Tompi tersebut langsung menyita perhatian warganet. Berdasarkan pantauan Medcom.id pada Senin, 5 Januari 2026, unggahan itu telah disukai lebih dari 68 ribu kali sejak pertama kali diunggah.
 
Menariknya, Pandji Pragiwaksono turut merespons langsung kritik tersebut melalui kolom komentar. Alih-alih tersinggung, komika berusia 46 tahun itu justru menerima masukan Tompi dengan terbuka.
 
Materi Gibran Ngantuk di Mens Rea Dikritik Tompi, Begini Tanggapan Pandji Pragiwaksono
 
"Keren Tom. Terima kasih koreksinya," tulis Pandji singkat di kolom komentar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan