Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Pandji Pragiwaksono (Foto: Medcom.id/Triawati, Rafi)
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Pandji Pragiwaksono (Foto: Medcom.id/Triawati, Rafi)

Dikritik di Mens Rea, Gibran 'Senggol' Balik Pandji Pragiwaksono Begini

Rafi Alvirtyantoro • 05 Januari 2026 14:25
Jakarta: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuai sorotan setelah menggunakan karya musik komedian Pandji Pragiwaksono bertajuk “Lagu Melayu”. Apakah ini merupakan caranya menanggapi materi dalam acara Mens Rea di Netflix?
 
Mens Rea adalah pertunjukan komedi spesial Pandji Pragiwaksono yang mengulas budaya hukum Indonesia dan berbagai keabsurdan kehidupan sehari-hari melalui stand-up satire politik. Nama Gibran Rakabuming Raka menjadi salah satu sosok yang disebut dalam pertunjukan tersebut.
 
“Kita mau berharap sama siapa? Kita hanya bisa berharap sama diri kita sendiri. Berharap sama siapa? Polisi kita membunuh, tentara kita berpolitik, presiden kita mau maafkan koruptor, wakil presiden kita Gibran,” ujar Pandji Pragiwaksono dalam acara Mens Rea yang tayang di Netflix mulai 27 Desember 2025.

Potongan video tersebut viral di media sosial dan memicu berbagai reaksi warganet. Menariknya, Gibran Rakabuming Raka diduga memberikan respons secara tidak langsung melalui unggahan terbaru di akun Instagram resminya, @gibran_rakabuming.
 
Dalam unggahan tersebut, Gibran membagikan video kunjungannya ke DossGuavaXR Studio, sebuah studio produksi film dan konten kreatif berbasis teknologi Extended Reality (XR) serta virtual production.
 
“Mampir ke Doss Guava XR Studio, ruang film berbasis teknologi extended reality yang sangat membanggakan,” tulis Gibran dalam keterangan unggahannya.
 
Alih-alih fokus pada kegiatan putra Presiden RI ke-7 Joko Widodo tersebut, warganet justru menyoroti latar musik yang digunakan. Pasalnya, Gibran menggunakan lagu milik Pandji Pragiwaksono yang berjudul “Lagu Melayu”.
 
“Lagu nya panji botak, menyala mas wapres,” tulis seorang warganet di kolom komentar.
 
“Padji Melenium nyenggol mas wapres, lagu nya langsung dipake mas Wapres,” timpal warganet lainnya.
 

 
 
 
Sebagai informasi, “Lagu Melayu” merupakan salah satu dari 10 lagu dalam album TAKKAN USAI yang dirilis Pandji Pragiwaksono pada 1 Februari 2018. Lagu ini mengajak pendengar untuk bangga pada identitas Melayu sekaligus mengeksplorasi kekayaan budaya Indonesia.
 
Melalui pemilihan lagu tersebut, Gibran seakan menunjukkan sikap tenang dan tidak mudah tersinggung meski dirinya dijadikan bahan lelucon di panggung komedi.
 
Gibran memang dikenal memiliki kebiasaan merespons serangan politik menggunakan simbol-simbol dari pihak lawan, mulai dari mengenakan merchandise tertentu hingga memberikan balasan singkat yang khas terhadap kritik di media sosial.
 
Penggunaan “Lagu Melayu” ini seolah menegaskan bahwa Gibran tetap memantau percakapan publik tentang dirinya, termasuk kritik tajam yang muncul dalam pertunjukan Mens Rea.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan