Nadhif Basalamah (Foto: Medcom/Rafi)
Nadhif Basalamah (Foto: Medcom/Rafi)

Nadhif Basalamah Speak Up Sering Alami Pelecehan: Tolong Hentikan!

Elang Riki Yanuar • 29 Juni 2026 08:00
Ringkasnya gini..
  • Nadhif Basalamah mengaku menjadi korban pelecehan di media sosial dan memutuskan buka suara setelah merasa tekanan sudah tak tertahankan.
  • Nadhif Basalamah menolak anggapan pelecehan adalah risiko figur publik dan meminta warganet menghentikan tindakan tersebut.
  • Curahan hati Nadhif Basalamah menuai dukungan warganet yang menilai pelecehan terhadap siapa pun tidak boleh dinormalisasi.
Jakarta: Penyanyi Nadhif Basalamah buka suara mengenai pengalaman tidak menyenangkan yang selama ini dialaminya di media sosial. Pelantun lagu "Penjaga Hati" itu mengaku menjadi korban pelecehan secara daring dan merasa situasi tersebut sudah melewati batas hingga memutuskan untuk menyampaikan keresahannya kepada publik.
 
Curahan hati tersebut disampaikan Nadhif melalui akun media sosial. Dalam unggahan itu, ia mengungkapkan bahwa keputusan untuk berbicara bukanlah hal yang mudah karena selama ini ia memilih memendam apa yang dirasakan.
 
Nadhif bahkan mengaku sempat diliputi rasa takut saat menulis unggahan tersebut. Ia mengatakan tangannya sampai gemetar karena merasa tertekan akibat komentar-komentar yang diterimanya di berbagai platform media sosial.

"Aku tidak tahu apakah benar jika aku angkat bicara, dan tanganku gemetar saat mengetik ini. Namun, banyaknya pelecehan yang kuterima secara online, baik di X maupun TikTok, sudah benar-benar tidak tertahankan," tulis Nadhif.
Nadhif menanggapi anggapan bahwa pelecehan merupakan risiko yang harus diterima oleh seorang figur publik. Menurutnya, pandangan tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran atas tindakan yang merendahkan seseorang.
 
"Kalau kalian bilang ini adalah konsekuensi menjadi figur publik, lebih baik aku berhenti saja," lanjutnya.
 
Sebagai bentuk penjelasan kepada publik, Nadhif turut membagikan sejumlah tangkapan layar berisi komentar yang diterimanya. Isi komentar tersebut didominasi kalimat bernada pelecehan dan objektifikasi terhadap dirinya.
 
Yang menjadi perhatian, komentar tidak pantas itu datang dari berbagai akun, baik yang diketahui dimiliki perempuan maupun laki-laki. Kondisi tersebut membuat Nadhif merasa penting untuk menyuarakan persoalan yang selama ini ia alami agar tidak terus dianggap sebagai sesuatu yang lumrah.
 
Setelah unggahannya ramai diperbincangkan, Nadhif kembali memberikan klarifikasi agar pesannya tidak disalahartikan. Ia menegaskan bahwa keluhannya sama sekali tidak ditujukan kepada komunitas tertentu.
 
"Bukan berarti aku punya masalah dengan komunitas tersebut. Aku bukan anti, juga bukan sekutu (ally), tetapi aku punya banyak teman dari komunitas itu dan aku sangat menghormati mereka. Justru kenyataan bahwa hal seperti ini terus terjadi membuat situasinya terasa semakin buruk," jelasnya.
 
Nadhif mengatakan tujuan utama dirinya berbicara adalah memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai pengalaman yang selama ini dihadapi sebagai figur publik. Ia berharap semakin banyak orang memahami bahwa pelecehan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan.
 
"Sekadar memberi gambaran dan konteks kepada kalian semua tentang kenapa aku memutuskan untuk membicarakan hal ini. Ini bukan sesuatu yang baik, teman-teman. Tolong hentikan," tegasnya.
Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai respons dari warganet. Banyak pengguna media sosial memberikan dukungan kepada Nadhif dan menilai bahwa pelecehan terhadap siapa pun, baik perempuan maupun laki-laki, tidak boleh dinormalisasi hanya karena seseorang berstatus sebagai figur publik.
 
Mereka juga mendukung Nadhif tak segan menempuh jalur hukum jika kejadian itu masih terus berulang.
 

 

 

 

 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA