Patung Bung Karno di Ende (Foto: Medcom/Arthuro)
Patung Bung Karno di Ende (Foto: Medcom/Arthuro)

Kisah Soekarno dan Hobinya Menonton Film

Hiburan montase film 75 Tahun Indonesia Merdeka
Dhaifurrakhman Abas • 17 Agustus 2020 11:12

Menghibur Kesedihan lewat Film


Kegemaran Soekarno dalam menyaksikan film tetap terpupuk hingga dirinya beranjak dewasa. Film dijadikannya bahan hiburan buat teman-temannya hingga orang terdekatnya yang sedang bersedih.
 
Momen ini tergambarkan ketika pemimpin Sarekat Islam, H.O.S Tjokroaminoto dipenjara Belanda karena dituding sebagai dalang penggerak pemberontakan buruh di Garut, Jawa Baarat pada 1926. Soekarno yang kala itu masih berkuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) lantas menghibur anak-anak H.O.S Tjokroaminoto dengan mengajak mereka menonton film.
 
"Di waktu mereka patah semangat dan bersusah hati, kubawa mereka menonton film dengan apa yang masih tersisa dari uangku yang 40 rupiah itu. Atau kubelikan barang?barang kecil seperti kartu pos bergambar," terang Soekarno.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Soekarno juga mengenalkan anak-anak H.O.S Tjokroaminoto dengan aktor-aktor di perfilman Hollywood. Perkenalan tersebut dilakukan Soekarno dengan mengajak para anak belajar sekaligus menggambar karikatur bintang film kesukaannya.
 
"Pada waktu Pak Tjokro dijatuhi hukuman karena persoalan politik, Belanda melarang anak?anaknya untuk melanjutkan sekolah. Jadi, Sukarnolah yang mengajar mereka. Akupun mengajar mereka menggambar. Untuk membeli kertas atau batu tulis tidak ada uang, akan tetapi dinding rumah di Jalan Plambetan dipulas dengan kapur putih. Bukankah dinding putih baik untuk digambari? Maka kugambarkan dari luar kepala gambar persamaan, dan karikatur dari bintang film kesayanganku, Frances Ford," ucap Soekarno.

Aktor Favorit

Sebagai seorang pencinta film, Soekarno, tentu punya daftar aktor dan aktris favoritnya. Beberapa di antaranya Frances Ford, Eddie Polo, Fatty Arbuckle hingga Beverly Bayne.
 
Soekarno juga diketahui sangat menggandrungi Norman Kerry, aktor kelahiran Rochester, New York, 1894 yang merajai film bisu di era 1920-an. Saking gandrungnya dengan aktor tersebut, Soekarno pernah mencoba meniru potongan kumisnya yang melengkung ke atas.
 
Sayangnya, Soekarno gagal meniru gaya aktor kawakan itu karena kumisnya tak bisa melengkung ke atas. Alih-alih mirip Norman Kerry, kumis Soekarno disebut-sebut lebih mirip aktor komedi Charlie Chaplin.
 
"Kumis Sukarno lebih mirip kumis Charlie Chaplin," ucap istrinya kala itu, Inggit Garnasih, dalam Sukarno, Paradoks Revolusi Indonesia.
 
Gara-gara celetukan istrinya itu, usaha Soekarno untuk meniru aktor favoritnya itu dikuburnya dalam-dalam. Dia tak mau lagi mencoba meniru gaya Norman Kerry sejak itu juga.
 
"Akhirnya usahaku satu?satunya untuk meniru seseorang berakhir dengan kegagalan yang menyedihkan dan semua pikiran itu kemudian kulepaskan segera dari ingatan," ucap Soekarno.

 
Halaman Selanjutnya
  Menjadi Penulis Naskah di…
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif