Temuan ini diperoleh dari serangkaian uji simulasi mengemudi yang melibatkan 46 partisipan dari Coventry, Inggris. Para sukarelawan, terdiri dari laki-laki dan perempuan, menjalani simulasi sambil diperdengarkan berbagai jenis musik. Hasil eksperimen dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Ergonomics, menyoroti korelasi antara karakteristik musik dan performa mengemudi.
Para peneliti mengidentifikasi beberapa komposisi lain dari album Taylor Swift tahun 2025 yang masuk kategori berpotensi mengganggu. Lagu "Actually Romantic" dengan tempo sangat cepat mencapai 170 BPM dan "Opalite" berkecepatan 125 BPM termasuk di dalamnya.
Demikian pula dengan lagu berjudul "The Life of a Showgirl" yang juga dinyatakan perlu diwaspadai apabila diputar saat menyetir.
Studi tersebut menjelaskan bahwa dua faktor utama pemicu risiko adalah tempo lagu yang terlampau cepat dan lirik yang terlalu menyita perhatian. Kombinasi kedua elemen ini dapat menyebabkan pengemudi kehilangan fokus terhadap kondisi jalanan di sekitarnya. Akibatnya, reaksi terhadap situasi darurat atau potensi bahaya di jalan menjadi lambat.
Meski mendengarkan musik selama perjalanan dikenal dapat meredam kebosanan dan mencegah kantuk, pemilihan jenis lagu yang tidak tepat justru berbalik menimbulkan ancaman. Musik dengan ritme tinggi secara tidak sadar mendorong pengendara untuk menyesuaikan kecepatan kendaraannya dengan beat lagu. Perilaku ini secara signifikan menambah peluang terjadinya kecelakaan.
Secara umum, rekomendasi yang dapat diambil adalah menghindari lagu dengan tempo terlalu cepat atau lirik yang kompleks saat mengemudi. Alternatifnya, pengendara dapat memilih musik instrumental, genre yang menenangkan, atau lagu dengan tempo stabil di bawah 120 BPM.
(Maulia Chasanah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News