Mantan Istri Andre Taulany, Erin (Foto: Instagram/erintaulany)
Mantan Istri Andre Taulany, Erin (Foto: Instagram/erintaulany)

ART Ungkap Kronologi Penganiayaan oleh Erin Taulany: Dipukul Sapu Karena Masalah Gorden

Rafi Alvirtyantoro • 04 Mei 2026 17:42
Ringkasnya gini..
  • ART Herawati mengungkap kronologi dugaan penganiayaan oleh Erin Taulany yang dipicu masalah sepele terkait kebersihan gorden dan kamar mandi.
  • Korban mengaku dipukul menggunakan gagang sapu lidi pada bagian kepala serta menerima makian verbal terkait kualitas pekerjaannya.
  • Didampingi pihak penyalur, Herawati resmi melaporkan Erin Taulany ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan kasus penganiayaan.
Jakarta: Asisten Rumah Tangga (ART) bernama Herawati menceritakan kronologi kekerasan yang diduga dilakukan oleh Rien Wartia Trigina atau Erin Taulany, mantan istri Andre Taulany.
 
Herawati menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 28 April 2026. Ia mengaku saat itu sedang bekerja di lantai dua rumah majikannya.
 
“Awalnya tuh saya lagi bersihin sofa di lantai 2,” kata Herawati, dikutip dari saluran YouTube Intens Investigasi pada Senin, 4 Mei 2026.  

Pemicu Amarah Erin Taulany

Berdasarkan keterangan Herawati, Erin naik ke lantai dua untuk mengecek kamar Ardio Raihansyah Taulany atau Dio, putra sulungnya. Erin merasa kesal saat melihat kondisi kamar tersebut.

“Ibu Erin ke atas. Dia masuk ke kamarnya Mas Dio dan melihat gorden itu nggak dibuka sama kamar mandinya Mas Dio nggak ditutup. Di situlah dia marah,” ujar Herawati.
 
Melihat kondisi kamar yang tidak sesuai dengan keinginannya, Erin memanggil Herawati untuk meminta penjelasan.
 
“Terus dia (Erin) manggil saya, 'Hera, sini' katanya. 'Kenapa ini gorden nggak dibuka? Kenapa kamar mandi Dio nggak ditutup? Kamu tahu kan kalau saya di rumah ini tuh nggak suka kalau ada kamar mandi dibuka',” ungkap Herawati mengenang kembali percakapannya.
 
“Terus kata saya, 'Iya, Bu, maaf, Bu, nanti saya tutup, Bu',” lanjutnya.  

Kronologi Dugaan Penganiayaan

Setelah teguran tersebut, Herawati mengklaim bahwa Erin langsung merebut sapu yang sedang ia pegang dan menggunakannya untuk memukul.
 
“Dia (Erin) ngambil sapu yang saya pegang, sapu lidi itu diambil sama dia, dipukullah kepala saya pakai gagangnya,” tutur Herawati.
 
Selain tindakan fisik, Herawati mengaku menerima makian yang menyerang kualitas kerjanya sebagai ART.
 
“Dia (Erin) maki-maki saya, 'Kamu ini kerja t*lol banget, kamu ini t*lol, kamu ini b*go' katanya gitu. 'Kamu nggak bisa kerja ya?',” ucap Herawati.  

Korban Sempat Membela Diri

Pada saat kejadian, Herawati sempat membela diri secara lisan dan meminta Erin untuk tidak bermain hakim sendiri. Namun, Erin justru kembali melayangkan pukulan ke arah kepala belakangnya.
 
“'Maaf, Bu, tapi jangan main tangan dong, Bu' kata saya gitu. 'Jangan kekerasan, Bu, sakit' saya bilang gitu kan. Terus kata Bu Erin sebenernya, 'Ya kamu soalnya kerjanya t*lol'. Terus diambil lagi sapunya, disabetin itu, dipukul lagi kepala saya,” jelasnya.

Laporan ke Pihak Kepolisian

Buntut dari kejadian tersebut, Herawati didampingi pihak penyalur ART, Nia Damanik, resmi melaporkan Erin atas dugaan penganiayaan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan tersebut telah terdaftar dengan nomor perkara LP/1680/IV/2026/Polres Metro Jakarta Selatan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA