Pemilihan lokasi tersebut dilakukan untuk mengeksplorasi kondisi sosial-budaya masyarakat di luar Jakarta, sekaligus menangkap dinamika relasi keluarga dan posisi perempuan dalam konteks sosial di era digital.
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu perselingkuhan dan poligami, Berbagi Suami 2.0 kembali mengangkat tema tersebut, 20 tahun setelah film pertamanya dirilis.
Melalui film ini, Nia Dinata juga menyoroti dampak psikologis yang ditinggalkan oleh hubungan semacam itu. Ia menggambarkan bahwa poligami sering kali berawal dari perselingkuhan.
Dampaknya tidak hanya dirasakan para istri, tetapi juga anak-anak yang harus hidup dengan luka emosional dan menghadapi dinamika keluarga yang terus membekas, bahkan setelah orang tua mereka meninggal dunia.
“Sinema adalah ruang artistik untuk mengungkapkan keresahan dan ketidakadilan dengan luwes dan terbuka. Sudah saatnya kita mempertanyakan kembali relasi kuasa yang timpang antara istri-suami, juga anak yang sudah menjadi bagian dari sebuah perkawinan,” ujar Nia.
Berbagi Suami 2.0 menghadirkan kisah tiga perempuan beserta anak-anak mereka yang dihubungkan oleh persoalan poligami. Film ini menyoroti ketimpangan relasi, luka emosional, serta mengajak penonton memahami posisi perempuan dan anak.
Film ini dibintangi oleh Morgan Oey, Jihane Almira, Atiqah Hasiholan, Rory Asyari, Tara Basro, Aming, Didik Nini Thowok, Ferry Salim, Leony V.H, Olga Lydia, Melissa Karim, Ayushita, Ersa Mayori, Titi DJ, dan Sharon Sitania.
Setelah membintangi film pertamanya, Melissa Karim kembali terlibat sebagai produser bersama tim yang telah lama dikenalnya dan memiliki visi yang sama untuk menghadirkan film-film yang kritis sekaligus relevan bagi masyarakat.
Proyek ini juga melibatkan Ipung Rachmat Syaiful sebagai penata sinematografi, Tania Soeprapto menjadi penata busana, dan Aghi Narottama serta Ramondo Gascaro selaku penata musik yang kembali bergabung.
Baca Juga :
BPI Usul Hukuman Pembajak Film Diperberat
Saat ini, Berbagi Suami 2.0 memasuki tahap pascaproduksi yang dijadwalkan berlangsung dari akhir Juli hingga November 2026. Film tersebut ditargetkan tayang pada kuartal pertama 2027.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda