Bad Bunny di Grammy Awards 2026 (Foto: Instagram/grammys)
Bad Bunny di Grammy Awards 2026 (Foto: Instagram/grammys)

Bad Bunny Jadi Pemeran Utama di Film Porto Rico

Rafi Alvirtyantoro • 19 Februari 2026 14:57
Ringkasnya gini..
  • Bad Bunny resmi menjadi pemeran utama dalam film drama sejarah Porto Rico yang terinspirasi dari kisah nyata.
  • Film ini disutradarai oleh René Pérez Joglar serta dibintangi aktor papan atas Edward Norton dan Javier Bardem.
  • Proyek ambisius ini menyusul kesuksesan besar Bad Bunny di panggung Super Bowl dan kemenangan sejarah di Grammy 2026.
Jakarta: Penyanyi rap Bad Bunny siap memulai babak baru dalam karier aktingnya dengan membintangi film drama sejarah bertajuk Porto Rico. Proyek ini menandai debut perdananya sebagai pemeran utama dalam film layar lebar.
 
Meski menjadi peran utama pertamanya, dunia seni peran bukanlah hal baru bagi musisi tersebut. Sebelumnya, Bad Bunny sempat mencuri perhatian lewat aktingnya dalam film Bullet Train arahan sutradara David Leitch, di mana ia beradu peran dengan aktor Brad Pitt.

Debut Sutradara René Pérez Joglar

Film Porto Rico juga menjadi momen perdana bagi rapper René Pérez Joglar yang akan memulai debutnya sebagai sutradara film panjang. Bad Bunny diketahui akan bersanding dengan deretan aktor seperti Edward Norton, Javier Bardem, dan Viggo Mortensen.
 
Secara garis besar, Porto Rico mengangkat narasi mencekam yang terinspirasi dari peristiwa nyata mengenai asal-usul Puerto Rico. Walaupun banyak yang penasaran, tetapi detail spesifik mengenai alur ceritanya masih dirahasiakan.  

Libatkan Tim Produksi Pemenang Oscar

Kualitas film ini semakin menjanjikan dengan keterlibatan nama-nama besar di balik layar. Pérez Joglar menulis naskah film ini bersama Alexander Dinelaris, penulis skenario yang sukses meraih Oscar lewat Birdman dan The Revenant.

Selain itu, Alejandro González Iñárritu turut menjabat sebagai produser eksekutif dalam proyek film Porto Rico.
 
Pérez Joglar mengungkapkan bahwa Porto Rico adalah proyek impian yang ia dedikasikan untuk tanah kelahirannya.
 
“Sejak kecil, saya bermimpi membuat film tentang negara saya. Sejarah asli Puerto Rico selalu dikelilingi oleh kontroversi,” ujar Pérez Joglar, dikutip dari Variety, pada Kamis, 19 Februari 2026.
 
“Film ini adalah penegasan identitas kami—disampaikan dengan intensitas dan kejujuran yang layak didapatkan oleh sejarah kami,” lanjutnya.  

Sinergi Produksi dan Dukungan Global

Produksi film ini dikelola oleh Pérez Joglar dan Erick Douât melalui 1868 Studios. Perusahaan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pérez Joglar, Sony Music Latin-Iberia, dan Sony Music Vision yang berfokus pada konten orisinal dengan narasi budaya otentik.
 
Edward Norton dan Bill Migliore, bersama Michael Bederman, juga ikut memproduseri film ini di bawah bendera Class 5 Films. Perusahaan tersebut memiliki rekam jejak mumpuni dengan karya seperti The Painted Veil, Motherless Brooklyn, hingga dokumenter By the People: The Election of Barack Obama.
 
Dukungan finansial dan strategis mengalir dari Live Nation Studios serta mitra seperti Kwanza Jones & José E. Feliciano Initiative, Mike dan Sukey Novogratz, hingga Noah Assad.
 
Sementara itu, urusan penjualan film akan ditangani oleh UTA Independent Film Group.  

Rekor Prestasi Bad Bunny di Tahun 2026

Kabar mengenai film ini muncul di tengah puncak popularitas Bad Bunny. Baru-baru ini, ia sukses mengguncang panggung Super Bowl Halftime Show dalam perayaan budaya Puerto Rico yang meriah bersama Lady Gaga dan Ricky Martin pada 8 Februari 2026.
 
Berdasarkan data Nielsen, penampilan tersebut mencetak rekor dengan ditonton rata-rata 128,2 juta pemirsa, menjadikannya salah satu tayangan halftime show tersukses sepanjang sejarah.
 
Sebelumnya, Bad Bunny juga mengukir sejarah di Grammy Awards 2026 sebagai artis berbahasa Spanyol pertama yang memenangkan kategori Album of the Year melalui album bertajuk Debí Tirar Más Fotos.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA