Sebagai prekuel dan spin-off dari semesta BoBoiBoy, film berdurasi hampir dua jam ini mengusung genre animasi, aksi, petualangan, komedi, dan fiksi ilmiah. Kehadirannya memperluas dunia cerita yang sudah dikenal luas di Asia Tenggara, dengan fokus pada karakter Papa Zola yang selama ini dikenal kocak dan penuh kejutan.
Papa Zola The Movie mengangkat kisah masa lalu Papa Zola sebelum peristiwa di BoBoiBoy. Dikenal sebagai sosok ayah yang percaya diri, nyentrik, dan gemar membesar-besarkan cerita, Papa Zola ternyata memiliki sejarah yang jauh lebih kompleks dari yang terlihat.
Dalam film ini, ia harus menghadapi ancaman besar yang membahayakan putrinya sekaligus dunia. Konflik tersebut memaksanya kembali berhadapan dengan musuh kuat dan misterius yang berkaitan dengan masa lalunya. Di balik tingkah jenaka dan sikapnya yang kerap mengundang tawa, tersimpan sisi kepahlawanan serta perjuangan seorang ayah yang rela berkorban demi keluarga.
Film ini tidak hanya menghadirkan aksi spektakuler khas animasi Monsta, tetapi juga menonjolkan tema keluarga, keberanian, dan tanggung jawab. Papa Zola The Movie menjadi tontonan yang memadukan humor segar dengan pesan emosional tentang arti menjadi seorang ayah.
Papa Zola Sukses di Malaysia
Papa Zola The Movie meraih 3,5 juta penonton selama tiga pekan penayangan di Malaysia. Pencapaian itulah yang membuat sutradara sekaligus penulis skenario Nizam Abdul Razak yakin membawa film ini ke Indonesia. Apalagi, tokoh Papa Zola yang berasal dari semesta BoboiBoy sudah sangat terkenal di Indonesia.Nizam yang juga mengisi suara karakter Papa Zola mengungkapkan biaya produksi film ini mencapai USD 5 juta atau sekitar Rp 85 miliar. Jumlah itu dia sebut cukup wajar mengingat Papa Zola The Movie merupakan intellectual property (IP) baru.
“USD 5 juta, artinya, itu bukan hanya biaya produksi, tetapi juga termasuk biaya pemasaran. Biasanya untuk memulai IP baru, biayanya memang lebih besar dibandingkan IP-IP yang sudah ada sebelumnya," kata Nizam di Jakarta.
Nizam menyebut Papa Zola The Movie melibatkan lebih dari 120 animator di bawah naungan Studio Monsta. Mereka juga berkolaborasi dengan sejumlah studio animasi lain, termasuk dari Indonesia.
"Kami juga bekerja sama dengan beberapa studio lokal di Indonesia yang sebelumnya pernah terlibat dalam proyek-proyek kami, dan mereka juga ikut terlibat dalam Papa Zola The Movie," kata Cynthia selaku Production Director.
(Maulia Chasanah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News