Tim Produksi Film Pelangi di Mars (Foto: Medcom/Rafi)
Tim Produksi Film Pelangi di Mars (Foto: Medcom/Rafi)

Tak Ingin Terjajah IP Asing, Film Pelangi di Mars Siapkan Sekuel hingga Spin-off

Rafi Alvirtyantoro • 13 Februari 2026 20:58
Ringkasnya gini..
  • Produser Pelangi di Mars siapkan semesta film dan blueprint demi saingi Marvel dan DC.
  • Dendi Reynando ingin hadirkan IP lokal lewat sekuel, prekuel, dan spin-off.
  • Disutradarai Upie Guava, film ini tayang 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia.
Jakarta: Tim produksi film Pelangi di Mars telah menyiapkan semesta luas untuk melanjutkan berbagai cerita di masa depan. Bahkan, cetak biru (blueprint) untuk proyek besar ini sudah dipersiapkan.
 
Produser Dendi Reynando memiliki ambisi agar film Pelangi di Mars mampu bersaing dengan semesta sinematik populer dunia, seperti Marvel dan DC.
 
“Kita pengen film ini jadi salah satu alternatif bahwa Indonesia juga bisa punya IP yang bisa compete (bersaing). Sama mungkin Jepang, sama mungkin Marvel, DC atau yang lain,” ungkap Dendi Reynando saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Februari 2026.

Misi Mengangkat Kekayaan Intelektual Lokal

Keinginan tersebut muncul karena melihat kondisi toko mainan yang didominasi oleh kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) luar negeri. Dendi merasa bahwa saat ini Indonesia seolah "terjajah" oleh IP asing.

"Kalau kita bisa lihat saat ini, kalau kita ke toy store (toko mainan) gitu, nggak ada IP Indonesia. Di toko mainan anak-anak itu kan nggak ada IP Indonesia,” jelas Dendi.
 
“Nah di waktu yang sama sebetulnya kita sudah dalam tanda kutip itu sudah terjajah sama IP asing,” lanjutnya.

Rencana Sekuel dan Pengembangan Produk

Untuk merealisasikan ambisi tersebut, Dendi bersama tim Pelangi di Mars telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk memperluas semesta film. Namun, mereka tetap memprioritaskan respons dari masyarakat.
 
“Kita juga udah siapin sekuel, prekuel, spin-off ke depan. Tapi kita mau tunggu dulu feedback dari pasar, dari penonton apa yang mereka sukai. Mungkin itu akan jadi trigger kita menentukan next-nya itu kita akan menceritakan apa gitu,” tuturnya.
 
Dendi berharap Pelangi di Mars dapat dinikmati oleh anak-anak dan keluarga di seluruh Indonesia. Selain itu, ia ingin setiap karakter dalam film ini dapat diimplementasikan ke dalam berbagai produk fisik, sehingga proyek ini menjadi lebih dari sekadar karya layar lebar.
 
“Baik itu baju, ataupun tas, ataupun apapun itu. Seperti bagaimana IP-IP yang kita kenal tumbuh, begitu ya,” ujar Dendi.

Sinopsis dan Jadwal Tayang Pelangi di Mars

Sebagai informasi, Pelangi di Mars merupakan film fiksi ilmiah keluarga yang disutradarai oleh Upie Guava dan diproduksi oleh Mahakarya Pictures. Berlatar tahun 2090, film ini mengisahkan kehidupan seorang anak yang menjadi manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Mars.
 
Film Pelangi di Mars dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026.
 

 

 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA