Melalui sejumlah unggahan Instagram Story di akun pribadinya pada Kamis, 12 Februari 2026, Marcel terlihat geram atas spekulasi yang beredar di media sosial, khususnya di akun TikTok sang istri.
Salah satu komentar warganet bahkan menuding Ratu sebagai “pelakor” yang disebut-sebut menjadi penyebab istri pertamanya depresi hingga meninggal dunia.
"Benarkah kakak pelakor yang menyebabkan istri pertama depresi hingga meninggal dunia," tulis akun TikTok warganet bernama @mufista2.
Pertanyaan warganet tersebut sempat ditanggapi secara bijak oleh Ratu Rizky Nabila.
"Jika asumsimu seperti itu, lalu apa yang kau harapkan?," jawab Ratu Nabila.
Tak tinggal diam, Marcel memberikan klarifikasi tegas. Ia membantah keras tudingan yang menyebut istrinya sebagai perusak rumah tangga, apalagi sampai dituduh sebagai penyebab kematian mendiang istri pertamanya.

"Istri kedua saya BUKAN PELAKOR, apalagi PEMBUNUH," tegas Pesulap Merah.
Ia pun menjelaskan, sejak awal pernikahan, Ratu disebutnya tidak pernah memiliki niat untuk merebut atau memisahkan dirinya dari almarhumah Tika Mega Lestari.
"Dari awal pernikahan dia wanita baik dan tidak ada sama sekali niat mau merebut. Istri kedua saya punya prinsip, kalau sampai saya dan Rohimahalloh (almarhumah Tika Mega Lestari) bercerai, dia juga mau cerai," lanjutnya.
Marcel juga mengungkapkan bahwa Ratu kerap mengingatkannya untuk merawat istri pertama saat menjalani perawatan di rumah sakit. Ia bahkan menyebut Ratu pernah menawarkan diri untuk menjadi donor kulit saat almarhumah menjalani operasi akibat anemia aplastik.
Namun, niat tersebut tidak terealisasi karena pihak keluarga tidak memberikan informasi terkait jadwal operasi.
Selain membela sang istri, Marcel turut menanggapi pernyataan mertuanya yang sebelumnya menyebut ia tidak pernah menemani istrinya saat sakit.
Ia mengakui memang tidak selalu hadir secara langsung di rumah sakit karena kesibukan pekerjaan.
"Jangankan istri saya, orangtua saya dirawat beberapa kali di rumah sakitpun saya tidak bisa menemeni karena harus kerja ke sana sini. Tapi ada kru saya yang menemani," ujar Marcel.
Marcel menuturkan, sejak usia 16 tahun dirinya telah menjadi tulang punggung keluarga. Tanggung jawab terhadap keluarga dan perusahaan yang ia kelola membuatnya harus tetap bekerja meski dalam situasi sulit.
Meski tidak selalu hadir selama 24 jam, Marcel memastikan seluruh kebutuhan mendiang istrinya terpenuhi dengan baik selama masa perawatan.
"Hanya karena saya tidak bisa hadir 24 jam ketika Rohimahalloh sakit, langsung dituduh menelantarkan," tutup Pesulap Merah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News