Amanda menjelaskan bahwa gelar produser yang disandangnya hanyalah sebatas "pemanis" atau vanity credit. Ia bahkan baru mengetahui hal tersebut setelah proses syuting berlangsung selama beberapa pekan.
“Saya menjabat sebagai produser, tapi saya baru menyadarinya setelah syuting berjalan tiga minggu," kata Amanda Seyfried, dikutip dari The Graham Norton Show di saluran YouTube BBC America, pada Kamis, 19 Februari 2026.
Baca Juga :
Bad Bunny Jadi Pemeran Utama di Film Porto Rico
Kejutan di Tengah Proses Syuting
Ia mengaku kaget saat melihat namanya mengisi posisi produser eksekutif dalam dokumen teknis produksi."Saat melihat jadwal harian syuting (call sheet), saya kaget melihat nama saya tertulis sebagai produser eksekutif,” lanjut Amanda.
Kemudian, Amanda mengetahui bahwa posisi tersebut merupakan hasil diskusi antara tim produksi dengan agennya. Fakta baru ini pun memicu semangatnya agar film The Housemaid bisa sukses besar di pasaran.
“Saya langsung menghubungi salah satu produser dan mereka bilang itu adalah hasil negosiasi agen saya. Saat itu saya hanya berpikir, 'Wah, kalau begitu film ini benar-benar harus laku keras’,” ujar Amanda.
Hanya Sebatas Gelar Formalitas
Ia menegaskan tidak terlibat dalam proses produksi di balik layar dan menilai bahwa gelar produser eksekutif itu murni formalitas."Itu murni gelar formalitas karena saya tidak melakukan apa pun untuk membangun film ini; saya hanya berakting. Saya tidak ingin orang-orang salah paham,” tutur Amanda.
Ia kemudian membandingkan perannya dengan Margot Robbie yang dikenal aktif menjadi pemain sekaligus produser, salah satunya dalam film Wuthering Heights.
“Apa yang dilakukan Margot Robbie, misalnya, adalah benar-benar mengembangkan film dari nol. Sedangkan saya hanya datang, bersenang-senang, lalu pulang. Dan sekarang, rasanya seperti mereka baru saja menghadiahi saya liburan cuma-cuma,” jelas Amanda.
Kesuksesan Besar The Housemaid
Diadaptasi dari novel karya Freida McFadden, film The Housemaid menceritakan tentang Millie (Amanda Seyfried), seorang perempuan muda yang mencoba melarikan diri dari masa lalunya. Ia bekerja sebagai asisten rumah tangga di kediaman mewah milik Nina dan Andrew Winchester (Brandon Sklenar), pasangan yang ternyata menyimpan rahasia kelam.Film The Housemaid pun tercatat meraih kesuksesan finansial yang luar biasa. Variety melaporkan bahwa film garapan sutradara Paul Feig ini sukses meraup pendapatan fantastis sebesar Rp6,31 triliun (374 juta dolar AS) di seluruh dunia, padahal biaya produksinya hanya berkisar di angka Rp591,39 miliar (35 juta dolar AS).
Diketahui bahwa film The Housemaid telah tayang di bioskop Indonesia pada 31 Desember 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News