Ketua Umum BPI periode 2026–2030, Fauzan Zidni (Foto: POPLICIST Publicist)
Ketua Umum BPI periode 2026–2030, Fauzan Zidni (Foto: POPLICIST Publicist)

Fauzan Zidni Resmi Jabat Ketua Umum BPI Periode 2026-2030

Rafi Alvirtyantoro • 13 April 2026 18:51
Ringkasnya gini..
  • Fauzan Zidni resmi terpilih sebagai Ketua Umum BPI periode 2026–2030 secara aklamasi.
  • Agenda utama BPI fokus pada peningkatan kualitas SDM film dan revisi UU Perfilman.
  • Kongres IV BPI menetapkan formasi Dewan Pengawas baru dan Rencana Induk Perfilman 2045.
Jakarta: Fauzan Zidni resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) periode 2026–2030 secara aklamasi. Penetapan tersebut dilakukan dalam Kongres IV BPI yang berlangsung di Hotel Mercure Cikini, Jakarta, pada 10–12 April 2026. Fauzan Zidni resmi menggantikan posisi Plt. Ketua Umum Celerina Judisari.

Visi Pengembangan SDM Perfilman

Fauzan Zidni mengucapkan terima kasih kepada para pemangku kebijakan di BPI yang telah mempercayakan jabatan tersebut kepadanya.
 
“Saya berterimakasih kepada stakeholder BPI yang telah memberi kepercayaan besar ini untuk menjalankan agenda bersama seluruh masyarakat film Indonesia,” ujar Fauzan Zidni dalam keterangan resminya, dikutip pada Senin, 13 April 2026.
 
Dalam kepemimpinannya, Fauzan telah merancang sejumlah prioritas strategis, terutama pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor film. Program tersebut mencakup penyelarasan kurikulum, pembentukan pusat magang (magang-hub), hingga fasilitasi pendidikan bagi bakat muda di sekolah film dan laboratorium film internasional terkemuka.

“Agenda utama yang disiapkan adalah peningkatan SDM perfilman melalui sinkronisasi kurikulum, program magang-hub, dan pengiriman talenta muda ke sekolah film terbaik di luar negeri serta berbagai film lab internasional,” jelas Fauzan Zidni.  

Penguatan Regulasi dan Kelembagaan

Selain fokus pada SDM, BPI di bawah kepemimpinan Fauzan akan mendorong pembenahan aspek hukum dan ekosistem industri.
 
“Selain itu, BPI akan menyusun revisi UU Perfilman bersama Kementerian Kebudayaan untuk penguatan kelembagaan BPI, penguatan profesi perfilman, penguatan dukungan pemerintah terhadap perfilman, kepastian hukum dan kemudahan investasi, serta perlindungan kebebasan berekspresi,” lanjutnya.
 
Fauzan Zidni juga menekankan pentingnya memerangi pembajakan secara total, pengelolaan Festival Film Indonesia (FFI), serta pengoptimalan fungsi BPI sesuai amanat undang-undang.  

Formasi Baru dan Rencana Induk 2045

Kongres yang melibatkan 67 pemangku kepentingan ini juga menetapkan formasi Dewan Pengawas BPI yang baru, yakni Fajar Nugros, Agustina Kusuma Dewi, Nasaruddin Saridz, Danu Murti, dan Judith Dipodiputro.
 
Pertemuan besar ini sekaligus menjadi wadah penyusunan Rencana Induk Pengembangan BPI yang selaras dengan Rencana Induk Perfilman Nasional sesuai UU Nomor 33 Tahun 2009. Dokumen strategis ini diproyeksikan menjadi kompas bagi ekosistem perfilman nasional hingga 2045, mencakup peta jalan infrastruktur, distribusi, promosi, hingga kerangka hukum yang inklusif dan kompetitif.  

Profil Fauzan Zidni

Fauzan Zidni merupakan produser film dan eksekutif media dengan pengalaman lebih dari 14 tahun di industri. Alumnus Ilmu Politik Universitas Indonesia dan Lee Kuan Yew School of Public Policy ini pernah menjabat sebagai Ketua Umum APROFI periode 2016–2019.
 
Melalui rumah produksi Cinesurya, ia telah melahirkan karya-karya prestisius seperti Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak dan Perang Kota. Fauzan Zidni juga sempat menduduki posisi Head of Original Content di The Walt Disney Company Indonesia (2022–2024), di mana ia mengawal kesuksesan puluhan proyek konten orisinal.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA