Palari Films (Foto:Medcom/Basuki)
Palari Films (Foto:Medcom/Basuki)

Palari Films Merayakan Satu Dekade dengan Proyek Film Skala Global

Basuki Rachmat • 03 April 2026 11:03
Ringkasnya gini..
  • Palari Films rayakan 10 tahun lewat “A Decade of Voyage” dengan deretan karya berprestasi global.
  • Unggahan dinilai ambigu: antara kritik serius, informasi, atau sarkas terkait polemik royalti.
  • Belum ada respons resmi Once; perdebatan sistem royalti (direct vs kolektif) masih berlanjut.
Jakarta: Rumah produksi Palari Films merayakan satu dekade kiprahnya di industri perfilman Tanah Air melalui tajuk A Decade of Voyage. Sejak didirikan oleh Meiske Taurisia, Muhammad Zaidy, dan Edwin, Palari Films konsisten melahirkan karya-karya sinema berkualitas yang tak hanya diapresiasi publik, tetapi juga diakui di berbagai ajang penghargaan nasional maupun internasional.
 
Perjalanan Palari Films dimulai lewat film Posesif (2017) garapan Edwin, yang sukses menyabet tiga Piala Citra di ajang Festival Film Indonesia 2017, termasuk Sutradara Terbaik dan Pemeran Utama Perempuan Terbaik untuk Putri Marino. Sejak saat itu, Palari Films terus berkembang dan telah menghasilkan berbagai karya film, serial, hingga antologi yang konsisten mendapat tempat di hati penonton serta festival film dunia.
 

Prestasi dan Perjalanan Sedekade

Kesuksesan Palari Films berlanjut lewat Aruna & Lidahnya (2018), yang kembali mendapat pengakuan kritis dengan meraih Piala Citra untuk Penulis Skenario Adaptasi Terbaik dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik. Film ini juga diputar di Berlin International Film Festival 2019 dalam program Culinary Cinema.
 
Puncak prestasi diraih melalui Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021) yang memenangkan Golden Leopard di Locarno Film Festival—menjadi film Indonesia pertama yang meraih penghargaan utama di festival tersebut. Film ini juga melanglang buana ke berbagai festival bergengsi seperti Toronto International Film Festival dan Busan International Film Festival.
 
Palari Films juga memperluas kolaborasi dengan sineas lain, termasuk melalui Ali & Ratu Ratu Queens karya Lucky Kuswandi, yang sukses besar di platform Netflix dan masuk daftar pencarian terpopuler Google Indonesia 2021. Selain itu, mereka juga menghadirkan serial Ratu Ratu Queens: The Series (2025) serta film horor Tebusan Dosa karya Yosep Anggi Noen.

“Sepuluh tahun dan setiap cerita yang menemukan jalannya. Kami menoleh ke belakang sebelum melangkah maju, menghormati semua yang membuat dekade ini berarti,” ujar Muhammad Zaidy. Ia menambahkan bahwa perjalanan Palari Films adalah hasil kolaborasi banyak pihak yang kini membawa mereka menuju cakrawala baru.
 

Tujuh Proyek Baru

Memasuki usia ke-10 tahun, Palari Films mengumumkan tujuh proyek terbaru yang akan segera dirilis. Salah satu yang paling dinantikan adalah Monster Pabrik Rambut garapan Edwin, yang dijadwalkan tayang pada 4 Juni 2026 dan telah melakukan world premiere di Berlinale 2026.
Film ini dibintangi Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, hingga Sal Priadi. Menariknya, Iqbaal juga terlibat sebagai produser eksekutif.
 
“Senang rasanya menjadi bagian dari satu dekade Palari Films. Bagi saya, Palari Films adalah rumah produksi yang selalu mendorong batas kreativitas,” ujar Iqbaal.
 
Selain itu, proyek lain yang diumumkan meliputi Desember Jani karya Ariani Darmawan, Menari dengan Bayangan (adaptasi karya Baskara Putra), Baju Tebal, I Wanna Dance with Myself karya Khozy Rizal, Goldfish karya Aditya Ahmad, serta Strange Root hasil kolaborasi internasional.
 

Kolaborasi Sineas Lokal dan Global

Palari Films juga terus memperluas jaringan kolaborasi, termasuk dengan sineas perempuan seperti Ariani Darmawan yang akan memulai debut film panjangnya melalui Desember Jani. Film ini menjadi proyek all-women yang melibatkan Sigi Wimala hingga Tutie Kirana.
 
Di sisi lain, Palari Films turut menggandeng talenta muda seperti Khozy Rizal yang sebelumnya mencetak sejarah di Cannes dan Aditya Ahmad yang dikenal lewat prestasinya di Berlinale dan Venice Film Festival.
 
Tak hanya itu, rumah produksi ini juga melanjutkan langkah ko-produksi internasional melalui proyek Strange Root bersama sineas Singapura, serta mitra dari Jerman, Belanda, dan Filipina.
Dengan rekam jejak prestasi dan deretan proyek ambisius yang tengah disiapkan, Palari Films menegaskan posisinya sebagai salah satu motor penting dalam perkembangan perfilman Indonesia, sekaligus pemain yang semakin diperhitungkan di kancah global.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA