Ancaman Digitalisasi Terhadap Bioskop
Fadli Zon menyatakan kekhawatirannya terhadap fenomena masyarakat yang mulai beralih menonton film melalui gadget. Menurutnya, jika tren ini dibiarkan tanpa regulasi, eksistensi bioskop di Indonesia bisa terancam.“Bioskop bisa tutup lama-lama kalau orang sudah mulai nonton langsung di gadget,” kata Fadli Zon kepada awak media di Jakarta, Rabu, 1 April 2026.
Sebagai bentuk dukungan nyata, ia mengusulkan regulasi yang mewajibkan film Indonesia memiliki masa tayang eksklusif di bioskop selama empat bulan sebelum dirilis di platform digital.
Untuk mematangkan rencana tersebut, Fadli Zon akan segera berdiskusi dengan para produser film di Indonesia.
Belajar dari Krisis Bioskop Global
Kekhawatiran ini berkaca pada kondisi di sejumlah negara, termasuk Eropa, di mana minat masyarakat untuk pergi ke bioskop menurun drastis hingga menyebabkan banyak penutupan gerai.“Di Eropa orang susah masuk datang ke bioskop lagi, sangat sedikit. Banyak bioskop yang tutup,” tutur Fadli Zon.
Ia juga menyoroti situasi di Korea Selatan yang tetap menghadapi tantangan serupa meski industri filmnya sedang naik daun secara global.
“Di Korea juga sekarang meskipun filmnya luar biasa kemana-mana tetapi orang yang datang ke bioskop sudah sangat sedikit,” lanjutnya.
Strategi Bertahan di Tengah Tekanan
Melansir dari Chosun Biz, jaringan bioskop terbesar di Korea Selatan, CGV, telah menutup beberapa cabang di negara asalnya, termasuk empat bioskop pada Maret 2025. Penurunan jumlah penonton pascapandemi dan dominasi layanan streaming membuat bisnis ini semakin tertekan, hingga memaksa puluhan karyawan melakukan pensiun dini.Per Maret 2025, jumlah bioskop CGV di Korea Selatan kini tersisa 192 unit.
Kondisi ini memicu munculnya strategi baru guna menjaga keberlangsungan bisnis. Kini, bioskop tidak hanya menayangkan film, tetapi juga merambah ke konten alternatif seperti penayangan pertandingan olahraga hingga konser langsung artis ternama.
Langkah inovatif tersebut dinilai sebagai upaya krusial agar bioskop tetap relevan dan mampu bertahan di tengah gempuran layanan digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News