Menurutnya, semua orang kini mulai sadar bahwa praktik daftar hitam atau blacklist di Hollywood itu merupakan sesuatu yang tidak dapat diterima.
Pemenang Oscar itu sedang berada di Cannes, Prancis, untuk mempromosikan film terbarunya, The Beloved, pada Minggu (17/5) waktu setempat. Dalam sebuah panel diskusi, Bardem ditanya apakah ia pernah khawatir akan konsekuensi dari kecamannya terhadap perang di Gaza.
Pria asal Spanyol ini diketahui telah lama menyuarakan isu Palestina secara gencar. Baru-baru ini, ia juga memanfaatkan panggungnya di ajang Oscar untuk menyerukan “no to war and free Palestine” atau “tidak untuk perang dan bebaskan Palestina.”
“Rasa takut itu memang ada, memang benar, tapi kita harus tetap melakukannya meskipun ada sedikit rasa cemas atau takut… Hal ini tentu saja memiliki konsekuensi, dan aku siap untuk menanggungnya,” jawabnya, dilansir dari Variety.
Setelah bertahun-tahun menyerukan gencatan senjata di Gaza, Javier Bardem mulai kembali menerima banyak sekali tawaran dari berbagai penjuru Amerika Serikat, Eropa, Amerika Selatan, hingga Spanyol. Ia pun menyoroti perubahan yang tengah terjadi di Hollywood.
“Hal itu membuat saya berpikir bahwa dalam dunia perfilman, keadaan sedang berubah,” ucapnya.
Bintang film No Country for Old Men (2007) ini menilai pergeseran situasi terjadi berkat generasi muda yang lebih peka terhadap kejadian-kejadian global lewat gelombang informasi di media sosial.
Ia juga yakin para oknum yang menaruh aktor-aktor pro-Palestina dalam daftar hitam akan menanggung konsekuensinya. Perubahan besar segera terjadi ketika pihak tersebut diberikan ganjaran di tingkat publik dan sosial.
Suami Penelope Cruz ini kembali menegaskan bahwa genosida yang sedang terjadi di Gaza adalah fakta yang tak terbantahkan.
“Jika kamu membenarkannya dengan cara tetap diam atau dengan dukunganmu, kamu adalah pendukung genosida. Itu adalah fakta, bagiku,” pungkasnya.
Javier Bardem merupakan salah satu aktor Hollywood yang dengan tegas menentang okupasi Israel di Palestina. Bersama Olivia Colman, Mark Ruffalo, Tilda Swinton, dan Ayo Edebiri, ia juga tergabung dalam kelompok Film Workers for Palestine.
Organisasi ini merupakan gabungan dari para aktor yang bersumpah untuk tidak bekerja sama dengan lembaga-lembaga Israel di tengah konflik di Gaza.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News