Angga Dwimas Sasongko (Foto: Medcom)
Angga Dwimas Sasongko (Foto: Medcom)

Agak Laen 2 dan Jumbo Jadi Film Terlaris 2025, Angga Dwimas Sasongko: Ini Peringatan Dini!

Elang Riki Yanuar • 03 Januari 2026 17:32
Jakarta: Sutradara Angga Dwimas Sasongko memberikan pandangannya terhadap fenomena perebutan film terlaris sepanjang masa antara JUMBO dan Agak Laen: Menyala Pantiku! yang melahirkan dua karya dengan lebih dari 10 juta penonton. Di balik itu, ada ketimpangan ekstrem dalam distribusi jumlah penonton terhadap film lainnya yang tayang bersama mereka.
 
Hal ini diungkap dari unggahan terbaru akun Instagram pribadi sutradara tersebut @anggasasongko. Ia menyoroti pertumbuhan ekosistem sinema Indonesia setelah rekor film terlaris itu dua kali diperebutkan dalam setahun.
 
"Rekor film Indonesia terlaris sepanjang masa patah dua kali dalam satu tahun. Pertama oleh JUMBO di tengah tahun, lalu Agak Laen 2 di akhir tahun. Ini adalah pencapaian luar biasa bagi industri yang sedang tumbuh seperti film Indonesia," tulis Angga.

Lanjutnya, "Namun ini juga merupakan peringatan dini.”
 
Sutradara ini menyajikan data bagaimana terjadi peningkatan angka penjualan tiket di bioskop untuk film nasional sepanjang tahun 2025: lebih dari 120 juta tiket. Meski demikian, Angga menyoroti adanya ketimpangan ekstrem dalam distribusi jumlah penonton tersebut. 
Dari total penjualan 120 juta tiket, sebanyak 21 juta tiket atau sekitar 18 persen dari keseluruhan pasar hanya berasal oleh dua film saja: JUMBO dan Agak Laen: Menyala Pantiku. Ia menilai situasi tersebut menunjukkan bahwa capaian keberhasilan per judul film cenderung menurun.
 
"Artinya, win rate per film menurun. Harus ada transformasi besar di sisi produk-produk filmnya, juga pendekatan programming-nya," tulis Angga.
 
Sutradara film Ratu Malaka itu menekankan bahwa gonjang-ganjing industri hiburan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Namun, sangat penting menjaga rasio menang-kalah di batas yang logis sehingga putaran arus modal terus berlanjut.
 
Oleh karenanya, Angga menyerukan agar pertumbuhan industri ini dapat dinikmati oleh semua pemangku kepentingan, bukan hanya segelintir orang.
"Penting untuk menjaga rasio win/lose rate-nya di batas feasible agar putaran arus modal jadi sustainable hingga dampak pertumbuhannya dinikmati semua stakeholders," tutup Angga.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan