Mendulang Rezeki dari Musim Haji

Pythag Kurniati 23 Juli 2018 10:14 WIB
Haji 2018
Mendulang Rezeki dari Musim Haji
Pasar tumpah di kawasan Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. Medcom.id/Pythag
Boyolali:Tangan cekatan Wito Sumarno, 61 mengambil sejumlah penganan ampyang. Makanan berbahan gula jawa dan kacang tersebut ia masukkan ke dalam timbangan. Sejurus kemudian, Wito menerima uang dari pembeli setelah menyerahkan bungkusan plastik berisi ampyang.

“Sudah bertahun-tahun jualan di depan embarkasi tiap musim haji tiba,” ungkap warga Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut saat ditemui di pasar tumpah Embarkasi Haji Donohudan, Senin, 23 Juli 2018.


Ya, setiap musim haji tiba, sejumlah pedagang dari berbagai daerah berkumpul di pasar tumpah. Mereka mendirikan lapak-lapak di bagian depan dan timur embarkasi. Jumlahnya tak kurang dari 50 pedagang.

Wito bilang, musim haji selalu membawa berkah, khususnya dalam hal perekonomian. Tidak hanya bagi masyarakat sekitar embarkasi namun juga masyarakat dari daerah-daerah.


Pasar tumpah di kawasan Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. Medcom.id/Pythag

Wito yang menjual aneka penganan oleh-oleh meraup keuntungan yang tak sedikit selama musim haji. Dalam satu bulan, ia mampu mengantongi Rp20 juta.

Para pembeli, kebanyakan merupakan keluarga dan kerabat yang mengantar jemaah haji ke asrama. “Biasanya calon haji asal pantura yang ramai-ramai mengantar kemari,” ucap dia.

Tak jauh berbeda dengan Wito, pedagang lainnya Bagas Adi Saputra pun mengaku mencari rezeki dengan mendirikan lapak pakaian setiap musim haji.

Bagas mengaku, musim haji tahun ini ia menggelar dagangan sejak 15 Juli 2018 hingga berakhirnya musim haji. Dalam satu hari, dirinya bisa mengantongi Rp 500 ribu hingga Rp3 juta. 

“Omzet satu bulan sekitar Rp30 juta,” papar Bagas.





(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id