Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag), Saiful Mujab. Dok MCH 2022
Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag), Saiful Mujab. Dok MCH 2022

Kembali Delay, Garuda Indonesia Diminta Penuhi Akomodasi Jemaah Haji

Haji Garuda Indonesia arab saudi haji Haji 2022 Jemaah Haji ibadah haji Penerbangan Kementerian Agama
Sobih AW Adnan • 28 Juli 2022 14:40
Makkah: Garuda Indonesia kembali mengonfirmasi adanya keterlambatan penerbangan pesawat yang akan membawa jemaah haji ke Tanah Air. Jemaah dari Kelompok Terbang (Kloter) 1 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 1) juga sebelumnya mengalami delay selama 24 jam.
 
Kali ini, giliran jemaah kloter 6 Embarkasi Medan (MES 6) yang mengalami keterlambatan penerbangan hingga 12 jam. Diperkirakan, delay ini juga berdampak pada keberangkatan Kloter 7 Embarkasi Medan (MES 7).
 
"Garuda sudah berkirim surat, menginformasikan adanya keterlambatan keberangkatan MES 6. Karena sudah di bandara, Garuda memberikan layanan akomodasi dan transportasi di Jeddah selama jemaah menunggu keberangkatan. Sesuai kesepakatan, Garuda harus menanggung akomodasi dan transportasi jemaah haji sebagai dampak atas delay atau keterlambatan penerbangan," kata Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag), Saiful Mujab, di Makkah, Kamis, 28 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain MES 6, dalam suratnya Garuda Indonesia meminta agar keberangkatan MES 7 dari Makkah ditunda terlebih dahulu. Artinya, keberangkatan MES 7 juga terdampak oleh delay yang dialami MES 6.
 
"Kita juga sudah sepakat, bila jemaah tertahan di Makkah, maka segala bentuk fasilitasinya juga menjadi tanggung jawab Garuda," kata Saiful.
 
Saiful menyayangkan terjadinya kembali keterlambatan keberangkatan pesawat Garuda Indonesia yang membawa jemaah haji. Sebab, ini bukanlah keterlambatan yang pertama. Padahal, menurut Saiful, saat ini baru fase pemulangan jemaah gelombang pertama.
 
"Saya berharap hal seperti ini tidak terulang kembali. Saya minta Garuda Indonesia untuk melakukan persiapan lebih baik lagi dalam menyambut fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Madinah," tegasnya.
 
Sampai hari ini, sudah ada 36.398 jemaah haji Indonesia gelombang pertama yang diterbangkan ke Tanah Air, baik dengan Garuda Indonesia maupun Saudia Airlines dari Jeddah. Proses pemulangan ini sudah berlangsung sejak 15 Juli dan akan berakhir pada 30 Juli 2022. Mereka tergabung dalam 91 kloter.
 
"Ada 114 kloter jemaah haji gelombang pertama yang mendarat di Madinah pada fase keberangkatan. Artinya, masih ada 23 kloter jemaah lagi yang akan pulang dari Jeddah hingga 30 Juli mendatang," kata Saiful Mujab.

Baca: Wamenag Ajak Jemaah Cinta Bangsa dan Sesama Usai Pulang Haji


Sementara itu, untuk jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang mendarat di Jeddah pada fase kedatangan, sejak 21 Juli sudah diberangkatkan dari Makkah ke Madinah secara bertahap. Proses ini akan berlangsung hingga 4 Agustus 2022.
 
"Sebanyak 22.861 jemaah gelombang kedua saat ini sudah berada di Madinah. Mereka tengah menjalani ibadah Arbain, salat wajib berjamaah selama 40 waktu di Masjid Nabawi. Jemaah gelombang kedua ini akan mulai pulang ke Tanah Air pada 30 Juli 2022 melalui Bandara Madinah. Kloter terakhir jemaah haji Indonesia akan pulang dari Madinah pada 14 Agustus 2022," kata Saiful.
 

(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif