Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria bertemu jajaran direksi Pelita Air. Foto: BP BUMN
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria bertemu jajaran direksi Pelita Air. Foto: BP BUMN

Pelita Bakal Bergabung ke Garuda Group, BUMN Siapkan Raksasa Baru Penerbangan Nasional

Annisa ayu artanti • 24 Juli 2026 11:18
Ringkasnya gini..
  • Garuda Indonesia disiapkan menjadi holding maskapai BUMN dengan Pelita bergabung dalam grup.
  • Konsolidasi ditujukan meningkatkan efisiensi, daya saing, dan kualitas layanan penerbangan.
  • Penguatan layanan mencakup tiket, lounge, kabin, katering hingga program loyalitas pelanggan.
Jakarta: Danantara bersama BP BUMN tengah mempercepat konsolidasi maskapai nasional dengan menempatkan Garuda Indonesia sebagai holding maskapai BUMN, sementara Pelita akan bergabung ke dalam Garuda Group.
 
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi BUMN yang juga menjadi bagian dari strategi membangun industri penerbangan nasional yang lebih efisien, kompetitif, dan mampu bersaing di tengah dinamika industri aviasi, baik di tingkat domestik maupun regional.
 
Sejalan dengan proses tersebut, pada Kamis, 23 Juli 2026, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama jajaran direksi Pelita untuk membahas arah penguatan holding maskapai nasional.

Dalam kesempatan itu, Dony menjelaskan bahwa Garuda Indonesia akan menjadi holding maskapai BUMN, sementara Pelita akan bergabung sebagai bagian dari Garuda Group. 
 
Menurutnya, konsolidasi ini akan memperkuat kapasitas grup dalam menghadapi persaingan industri penerbangan.
 
Baca juga: Catat! Mulai 1 September 2026 Aturan Bagasi Garuda Indonesia Berubah

“Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia. Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar,” ujar Dony dikutip dari laman Instagram pada Kamis, 24 Juli 2026.
 
Selain memperkuat struktur korporasi, Dony menekankan bahwa industri penerbangan merupakan bisnis yang membutuhkan ketelitian tinggi dan pengambilan keputusan yang cepat di setiap aspek operasional agar kinerja perusahaan tetap terjaga.
 
“Industri yang membutuhkan ketelitian, yang harus dikelola day by day, minute by minute, adalah industri penerbangan. Begitu pesawat terbang, kita sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan. Karena itu, penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas,” ujar Dony.
 
Selaras dengan hal tersebut, BP BUMN dan Danantara juga mendorong peningkatan standar layanan Garuda Group secara menyeluruh, mulai dari pre-flight, in-flight, hingga post-flight. 
 
Penguatan layanan dilakukan melalui integrasi sistem penjualan tiket, peningkatan kualitas lounge, pengalaman di dalam kabin, standar pelayanan awak pesawat, kualitas katering, hingga penguatan program loyalitas pelanggan serta pengembangan sumber daya manusia.
 
Melalui konsolidasi dan peningkatan kualitas layanan di seluruh rantai perjalanan penumpang, Garuda Group diharapkan mampu menjadi maskapai pilihan utama masyarakat Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing sebagai pemain utama di tingkat regional.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan